KabarBaik.co, Jember – Sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh lintas agama di Kabupaten Jember memasuki babak baru. Bertempat di Pendapa Wahyawibawagraha pada Rabu (17/6), Pemkab Jember resmi melantik pengurus Forum Komunikasi Pondok Pesantren dan Guru Ngaji.
Wadah ini dibentuk sebagai ruang dialog strategis sekaligus jembatan gagasan demi pembangunan daerah. Acara pelantikan dihadiri oleh berbagai elemen penting masyarakat, mulai dari pengasuh pesantren, guru ngaji, organisasi kemasyarakatan, hingga jajaran Forkopimda.
Sejumlah perwakilan organisasi keagamaan seperti PCNU Jember, PCNU Kencong, Muhammadiyah, LDII, PHDI, hingga Musyawarah Antar Gereja turut hadir memperkuat kebersamaan. Dalam forum tersebut, berbagai isu krusial dikupas tuntas. Tidak hanya fokus pada pembangunan lokal, para tokoh yang hadir juga mendiskusikan persoalan kebangsaan hingga dinamika ekonomi nasional.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberikan apresiasi tinggi atas terbentuknya forum ini. Di hadapan para kiai, gus, lora, dan pemuka agama, ia menegaskan bahwa pesantren dan guru ngaji memiliki peran vital yang tidak tergantikan di era modern. “Hari ini pesantren dan guru ngaji menurut saya adalah benteng dari akhlak bangsa Indonesia,” tegas Gus Fawait.
Ia menyoroti tantangan besar di era digital, di mana media sosial kerap mengubah cara pandang masyarakat terhadap informasi. Menurutnya, literasi digital dan kebijaksanaan dalam memilah informasi menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terprovokasi.
Gus Fawait juga menyayangkan adanya tren penggiringan opini negatif di ruang digital yang bertujuan mendiskreditkan para pemimpin.
Selain isu moral dan sosial, Gus Fawait mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih objektif dalam melihat situasi ekonomi nasional, yakni dengan bersandar pada data dan fakta, bukan sekadar rumor di media sosial.
Ia menepis kekhawatiran pihak-pihak yang mencoba menyamakan kondisi ekonomi saat ini dengan krisis moneter tahun 1998. Menurutnya, indikator ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih stabil, mulai dari pergerakan rupiah dan inflasi nasional saat ini masih berada dalam batas yang terkendali. (*)






