Selain Insentif, 8 Ribu Guru Ngaji Nganjuk Kini Resmi Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

oleh -189 Dilihat
Ribuan guru ngaji dan penghafal Al-Qur'an (Huffazh) menghadiri Apel Pembinaan bersama Bupati Marhaen di Stadion Anjuk Ladang, Nganjuk.
Ribuan guru ngaji dan penghafal Al Quran (Huffazh) menghadiri Apel Pembinaan bersama Bupati Marhaen di Stadion Anjuk Ladang, Nganjuk.

KabarBaik.co, Nganjuk – Suara riuh rendah dan gurat bahagia tak mampu disembunyikan dari wajah ribuan guru mengaji yang memadati Stadion Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (27/6).

Hari ini, stadion bukan sedang menggelar laga sepak bola, melainkan menjadi saksi berkumpulnya 8.089 pendidik keagamaan dalam agenda Apel Pembinaan dan Penyerahan Insentif Guru TPQ/TPA serta Huffazh (penghafal Al Quran).

Di antara ribuan wajah yang berseri-seri, tampak Alfi Atus Saidah, seorang guru TPQ asal Kecamatan Sawahan yang melangkah dengan perasaan jauh lebih ringan dari biasanya.

“Alhamdulillah kami bersyukur banget hari ini bisa hadir di stadion dan alhamdulillah kami diberikan insentif,” ujar Alfi dengan mata berbinar.

Bagi Alfi dan rekan-rekan seprofesinya, hari itu bukan sekadar tentang seberapa tebal amplop yang mereka bawa pulang, melainkan tentang sebuah pengakuan yang sudah lama dinanti.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk tidak hanya memberikan stimulus finansial berupa uang tunai sebesar Rp 1 juta, tetapi juga melakukan langkah terobosan mendaftarkan para guru ngaji ini ke dalam program jaminan perlindungan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Alhamdulillah, semoga ke depan bisa naik,” harapnya sambil tersenyum simpul, menyiratkan doa bagi kesejahteraan rekan-rekan seprofesinya.

Bagi sebagian orang, nominal satu juta rupiah mungkin terasa biasa untuk memenuhi kebutuhan di era sekarang.

Namun, bagi para guru TPQ yang setiap hari dengan sabar mengeja alif, ba, ta bersama anak-anak di pelosok desa, insentif ini adalah bahan bakar penyemangat yang luar biasa.

Lebih dari itu, kartu perlindungan BPJS Ketenagakerjaan memberikan rasa tenang yang selama ini jarang mereka rasakan saat mengabdi di surau-surau desa.

“Senang sekali guru TPQ juga mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan. Ini menjadi bukti kami diakui dan mendapat perlindungan dari pemerintah,” ungkap Alfi menutup perbincangan.

Melalui momentum di Stadion Anjuk Ladang ini, Pemkab Nganjuk seolah menitipkan pesan kuat kepada masyarakat.

Di balik deru pembangunan fisik kota dan infrastruktur yang megah, ada karakter dan akhlak anak-anak muda yang harus tetap dijaga. Dan di sanalah para guru TPQ berdiri kokoh, menjadi fondasi utama yang menjaga moral generasi bangsa.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.