KabarBaik.co Nganjuk – Stadion Anjuk Ladang mendadak berubah menjadi lautan manusia. Ribuan guru TPA/TPQ dan Huffazh (penghafal Al Quran) dari seluruh pelosok Kabupaten Nganjuk berkumpul dalam agenda Apel Pembinaan dan Penyerahan Insentif yang dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi.
“Pemerintah daerah hadir untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panjenengan semua yang tanpa lelah menjadi benteng moral anak-anak kita,” ujar Bupati Marhaen Djumadi dalam sambutannya, Sabtu (27/6).
Insentif tunai sebesar Rp 1.000.000 per orang diserahkan secara simbolis sebagai wujud terima kasih atas dedikasi mereka dalam menyemai pendidikan Al Quran di tengah masyarakat. Secara keseluruhan, terdapat 8.089 penerima manfaat yang tersenyum bahagia dalam acara ini.
Data dari pemerintah daerah merinci bantuan tersebut disalurkan kepada 7.654 guru TPA/TPQ serta 435 Huffazh, dengan total anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp 8 miliar.
“Yang kita bangun bukan hanya infrastruktur fisik seperti jalan atau jembatan, tetapi juga pembangunan nonfisik berupa karakter masyarakat. Pendidikan agama menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia,” tegas Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen ini.
Perhatian terhadap ekosistem pendidikan Islam mulai dari guru ngaji, madrasah diniyah, pondok pesantren, hingga para penghafal Al Quran memang telah menjadi program prioritas Kang Marhaen selama enam tahun terakhir.
Menariknya, momen berkumpulnya ribuan guru ngaji dalam satu stadion ini ternyata merupakan impian lama sang bupati yang akhirnya terwujud.
“Saya sudah sekitar enam tahun ingin bisa berkumpul seperti ini bersama panjenengan semua. Alhamdulillah, hari ini cita-cita dan kerinduan itu akhirnya bisa terlaksana,” ungkap Kang Marhaen.
Meski demikian, Kang Marhaen dengan rendah hati mengakui bahwa nominal insentif yang diberikan hari ini masih belum sebanding dengan besarnya pengabdian para guru dalam mencetak generasi Qurani.
“Saya mohon maaf apabila bantuan ini belum sebanding dengan perjuangan panjenengan yang luar biasa. Namun kami memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung dan meningkatkan perhatian pada pendidikan keagamaan sesuai kemampuan keuangan daerah,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk menilai para guru TPA/TPQ dan penghafal Al Quran sebagai investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya.
Melalui momentum ini, sinergisitas erat bersama pondok pesantren, madrasah diniyah, dan Kementerian Agama dipastikan akan terus diperkuat demi mewujudkan masyarakat Anjuk Ladang yang religius, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.






