KabarBaik.co, Lombok Barat – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak hingga tingkat desa. Teknologi ini diharapkan mampu membantu deteksi dini risiko kehamilan, mempercepat pendataan kesehatan, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Indonesia-Australia melalui program riset Koneksi AI in Healthcare yang mulai diterapkan di Posyandu Cempaka 2, Dusun Tempit, Desa Mekarsari, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal mengatakan, pemanfaatan AI menjadi terobosan penting untuk meringankan tugas kader kesehatan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, proses pendataan kesehatan yang dilakukan secara manual selama ini membutuhkan waktu dan tenaga yang besar.
Kehadiran teknologi AI diharapkan mampu mempercepat proses tersebut sekaligus menghasilkan data yang lebih akurat. “Para kader selama ini mengemban tugas yang sangat besar dalam mengumpulkan dan menginput data kesehatan masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi AI, kami berharap proses pendataan menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan menghasilkan data yang lebih akurat,” ujar Sinta saat menghadiri pelaksanaan program tersebut, Jumat (12/6).
Sinta menegaskan bahwa pemanfaatan AI tidak boleh berhenti sebagai alat administrasi semata. Teknologi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu hamil dan anak.
Karena itu, ia berharap sistem berbasis AI dapat dikembangkan untuk membantu mengidentifikasi ibu hamil yang memiliki risiko kesehatan sejak dini sehingga intervensi medis maupun pendampingan dapat dilakukan lebih cepat. “Kami berharap teknologi ini dapat membantu mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko sejak dini sehingga penanganan dan pendampingan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih tepat,” katanya.
Sinta juga mendorong agar hasil penelitian yang saat ini diterapkan di Desa Mekarsari dapat diperluas ke berbagai daerah lain di NTB, termasuk wilayah Pulau Sumbawa, sehingga manfaat teknologi tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, menilai digitalisasi sektor kesehatan menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, data yang akurat merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.
“Digitalisasi kesehatan akan membantu kita memperoleh data yang lebih baik, terutama terkait kesehatan ibu hamil dan anak. Data yang akurat menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan dan intervensi yang tepat sasaran,” ujarnya.
Nurul Adha menambahkan, deteksi dini terhadap kehamilan berisiko menjadi langkah strategis untuk menekan angka kematian ibu dan bayi serta mempercepat penurunan stunting. Dengan dukungan teknologi AI, pemerintah dapat mengidentifikasi faktor risiko lebih awal dan memastikan layanan kesehatan diberikan secara tepat waktu.
Program Koneksi AI in Healthcare merupakan bagian dari kerja sama Indonesia-Australia yang mendorong pemanfaatan inovasi teknologi untuk memperkuat layanan kesehatan primer. Selain meningkatkan kualitas data kesehatan, program ini juga diarahkan untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih efektif, presisi, dan berbasis bukti.
Bagi NTB, pemanfaatan AI di sektor kesehatan menjadi langkah baru dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak. Teknologi tersebut diharapkan menjadi instrumen penting dalam percepatan penurunan stunting, penekanan angka kematian ibu dan bayi, serta mewujudkan layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan responsif hingga ke tingkat desa. (*)






