Siswi SMP Surabaya Diduga Dilecehkan di Dalam Bus: Korban Menangis, Pelaku Tertangkap

oleh -81 Dilihat
pelecehan
ilustrasi pelecahan. (Ist)

KabarBaik.co – Seorang perempuan diduga menjadi korban pelecehan seksual di dalam bus di Surabaya. Pelaku sempat diamankan massa dan dibawa ke kantor polisi.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi Rabu (7/1). Saat itu korban dan ibunya turun di halte Jalan Urip Sumoharjo sekitar pukul 15.30 WIB. Saat turun, korban tiba-tiba menangis.

Ibu korban yang bertanya mendapat jawaban bahwa anaknya telah dilecehkan di dalam bus. Saat dilecehkan, korban tak berani merespons. Korban baru menangis saat ia turun.

Kepada ibunya, korban menyebut bahwa pelaku juga turun berbarengan di halte yang sama. Ibu korban langsung menunjuk seseorang yang diaku anaknya sebagai pelaku pelecehan.

Pria yang ditunjuk tadi segera lari ke gang. Namun gang itu buntu sehingga pelaku tertangkap massa. Pelaku sempat dipukuli massa sebelum diserahkan ke pos polisi di Keputran.

Pelaku lalu dibawa ke Polsek Genteng. Namun saat petugas Polsek Genteng datang ke lokasi, korban dan ibunya sudah tak ada lagi sehingga polisi belum bisa meminta keterangan dari korban.

Kanit Reskrim Polsek Genteng Surabaya Iptu Vian Wijaya membenarkan kejadaian tersebut. Saat ini pelaku masih diamankan di Polsek Genteng dan masih mencari keberadaan korban untuk dimintai keterangan.

“Iya benar saat ini pelaku kami amankan di Polsek dan saat ini kami sedang mencari keberadaan korban untuk kami mintai keterangan atas kejadian kemarin,” ujar Vian, Kamis (8/1). (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.