Status Tanggap Darurat Gempa Bawean Gresik, BNPB Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Korban

Editor: Andika DP
oleh -125 Dilihat
Rakor penanganan gempa Bawean di Kantor Bupati Gresik, Senin (25/3). (Foto: Andika DP)

KabarBaik.co – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjend TNI Suharyanto memimpin langsung rapat koordinasi (rakor) penanganan gempa Bawean di Kantor Bupati Gresik, Senin (25/3).

Rakor diikuti seluruh pihak terkait. Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani beserja jajaran Forkopimda dan Kepala OPD. Hadir pula Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan perwakilan Pemkot Surabaya.

Termasuk tim Basarnas, BMKG, TNI-Polri, BPBD provinsi dan kabupaten hingga perwakilan perusahaan di Kabupaten Gresik. Rakor ini digelar usai peninjauan langsung ke lokasi gempa di Pulau Bawean, Minggu (24/3).

Baca juga:  Bupati Gresik Bertemu Dirjen Perumahan PUPR Bahas Rehabilitasi Pascagempa Bawean

“Hari ini kami menindaklanjuti hasil pemantauan di lapangan terkait gempa Tuban (sekarang gempa Bawean, red). Hari ini rapat koordinasi membicarakan tindak lanjut penanganan bencana tersebut,” kata Kepala BNPB di Gresik, Senin (25/3).

Ia menjelaskan, hasil temuan di lapangan dirumuskan dalam langkah-langkah penanganan. Dan semuanya dalam rangka status tanggap darurat. Seluruh pihak sepakat untuk penanganan awal adalah menjamin kebutuhan dasar korban terpenuhi.

“Kita semua sepakat, bahwa kebutuhan dasar dari masyarakat terdampak makan, minum, sanitasi, kesehatan dan sebagainya itu harus betul-betul dipenuhi,” tandas Letjend TNI Suharyanto.

Baca juga:  Imbas Gempa Tuban, Sejumlah Bangunan di Surabaya Roboh, TP Sempat Ditutup

Langkah selanjutnya, adalah tahap transisi dari status tanggap darurat. Tahapan ini dilakukan secara pararel yakni pendataan dan assessment rumah yang rusak, infrastruktur rusak dan mulai dibangun.

“Dan untuk mempercepat proses itu, BNPB juga mengirimkan tim,” lanjutnya. Bahkan Korem 084/Bhaskara Jaya juga menerjunkan perwira untuk membantu. Dari kepolisian turun menjadi komandan satgas di Pulau Bawean.

Baca juga:  Korban Gempa Bawean: Hamil Tua, Ingin Anak Lahir di Tempat Layak

“Sehingga seluruh kegiatan yang saya jelaskan tadi bisa berjalan dengan baik dan sempurna,” jelasnya. Pihaknya juga terus mengawal proses pengiriman logistik bantuan untuk korban. Salah satunya menggunakan jalur laut.

Seperti diberitakan, gempa Bawean Magnitudo (M) 6.0 dan M 6.5 pada Jumat (22/3) lalu telah memporak-porandakan Pulau Bawean. Tercatat 5.078 rumah warga mengalami kerusakan ringan sampai berat. Ratusan infrastruktur rusak. Belasan ribu warga terpaksa mengungsi.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.