KabarBaik.co, Sidoarjo – Program pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Waru, Sidoarjo, hingga kini belum berjalan merata. Sejumlah desa masih kesulitan merealisasikan pembangunan koperasi lantaran terkendala ketersediaan lahan.
Padatnya kawasan permukiman di wilayah Waru membuat beberapa desa kesulitan memenuhi syarat luasan lahan untuk pembangunan KDKMP. Ketentuan kebutuhan lahan mencapai 600 meter untuk bangunannya dan untuk lahan parkir 400 meter jadi total keseluruhan 1.000 meter persegi persegi dinilai cukup berat diterapkan di sejumlah wilayah.
Camat Waru Ahmad Farkhan Jazuli mengatakan saat ini baru beberapa desa yang telah siap karena memiliki gedung maupun lahan yang memadai.
“Yang sudah ada Gedung KDKMP Desa Bungurasih, Pepelegi, Ngingas, Janti, Tambaksumur, Tambakrejo, sama Tambaksawah,” ujarnya, Rabu (12/5).
Sementara itu, desa lain masih belum dapat membangun koperasi merah putih akibat keterbatasan lahan desa yang tersedia.
“Yang tidak ada itu Kedungrejo, Kureksari, Wedoro, Kepuhkiriman, Tropodo, Wadungasri, Tambakoso, Berbek. Belum ini kendalanya pada lahan, luasan lahan,” jelasnya.
Menurut Farkhan, sebagian besar Tanah Kas Desa (TKD) milik desa berada di luar wilayah yang direncanakan untuk pembangunan koperasi, sehingga menjadi kendala tersendiri dalam proses penyediaan lokasi.
“Harapannya ya disesuaikan dengan lahan yang dimiliki desa. Karena kebanyakan TKD kita berada di luar,” katanya.
Dari total 17 desa dan kelurahan di Kecamatan Waru, pemerintah kecamatan berharap seluruh wilayah nantinya tetap bisa membentuk KDKMP dengan penyesuaian aturan luasan lahan sesuai kondisi masing-masing desa. (*)








