Syngenta Indonesia Perkenalkan Padi Hibrida Ningrat NK2133, Dorong Swasembada Beras Nasional

oleh -243 Dilihat
sygenta
Varietas ini dihadirkan sebagai inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung tercapainya swasembada beras.

KabarBaik.co – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional mendapat dorongan baru. Syngenta Indonesia resmi meluncurkan benih padi hibrida Ningrat NK2133 di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (28/8). Varietas ini dihadirkan sebagai inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung tercapainya swasembada beras.

Peluncuran ini mendapat apresiasi pemerintah. Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menyebut langkah Syngenta sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan program Asta Cita Presiden Prabowo, terutama memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Pengembangan industri benih padi di dalam negeri sangat penting untuk memperkuat rantai pasok bahan baku industri beras, sekaligus menopang program swasembada pangan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Ladiyani Retno Widowati.

Menurutnya, kehadiran varietas baru ini menunjukkan inovasi pertanian Indonesia terus berkembang. “Benih padi hibrida NK2133 dapat membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan nasional,” kata Ladiyani.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa, konsumsi beras Indonesia terus meningkat. Bapanas mencatat konsumsi per kapita pada 2024 mencapai 79,08 kilogram per tahun. Kondisi ini menuntut ketersediaan varietas unggul untuk mendukung produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.

Nguyen Huy Cuong, Customer Business Manager Field Crops Seeds Syngenta Indonesia, menyebut peluncuran Ningrat NK2133 merupakan wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan produksi nasional.

“Benih ini membuka peluang petani untuk memperoleh hasil lebih tinggi, meningkatkan pendapatan, sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sebagai padi hibrida hasil persilangan varietas unggul, Ningrat NK2133 membawa tiga keunggulan utama: lebih bening, lebih berat, dan lebih tangguh. Varietas ini menghasilkan malai panjang dengan 230–300 bulir isi, produktivitas rata-rata 10,8 ton per hektare, bahkan bisa mencapai 13,9 ton per hektare.

Dari sisi kualitas, NK2133 mencatat rendemen pecah kulit 79,9%, beras giling 71%, dan beras kepala 72,34%. Varietas ini juga tahan terhadap hama dan penyakit utama, seperti wereng batang cokelat, hawar daun bakteri, dan blas. Dengan masa panen sekitar 115 hari setelah semai, NK2133 berpotensi meningkatkan hasil hingga 20% dibanding rata-rata nasional, yang kini 5,2 ton per hektare.
Seorang petani asal Sumenep, Madura, Muchlis, mengaku puas. “Hasilnya lebih berat dan tahan penyakit seperti hawar daun dan blas. Petani Madura memang mencari varietas yang tahan penyakit seperti ini,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Syngenta juga memperkenalkan peTani Apps, aplikasi digital yang memberikan panduan budidaya dan penggunaan produk agar petani memperoleh hasil optimal.

“Kombinasi benih unggul NK2133 dan teknologi digital melalui peTani Apps mencerminkan komitmen kami mendorong pertanian Indonesia yang lebih modern dan produktif,” jelas Imam Sujono, Seed Marketing Head Syngenta Indonesia.

Acara peluncuran ini dihadiri 500 petani dari Pasuruan, Probolinggo, Madura, Banyuwangi, Lumajang, Jember, dan Lamongan. Mereka juga menyaksikan langsung demonstrasi keunggulan varietas Ningrat NK2133 di lapangan.

Peluncuran ini menjadi bagian dari program berkelanjutan Syngenta Indonesia. Sebelumnya, perusahaan telah menghadirkan buku panduan “Raih Hasil Optimal Budidaya Padi” serta mendirikan Drone Learning Center di Cikampek, Jawa Barat. Semua inisiatif ini bernaung dalam visi Petani MAJU yang diusung Syngenta untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani Indonesia.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.