Syngenta Seed Indonesia Resmikan Laboratorium Karantina Terpadu, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

oleh -52 Dilihat
IMG 20250901 WA0014
Syngenta Seed Indonesia meresmikan Laboratorium Tindakan Karantina Tumbuhan Tertentu.

KabarBaik.co – Ketersediaan benih pertanian yang bermutu, sehat, dan bebas dari organisme pengganggu menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Syngenta Seed Indonesia meresmikan Laboratorium Tindakan Karantina Tumbuhan Tertentu, sebuah fasilitas terpadu yang memastikan benih sampai ke tangan petani dalam kondisi terbaik, aman, dan bebas dari risiko hama penyakit tanaman.

Peresmian laboratorium ini mendapat dukungan penuh dari Badan Karantina Indonesia (Barantin). Kepala Barantin, Sahat M Panggabean, menegaskan bahwa keberadaan fasilitas tersebut akan memperkuat kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam menjaga mutu benih di Indonesia.

“Kami mendukung jika ada perusahaan yang membangun laboratorium karantina sesuai ketentuan. Hal ini tidak hanya membantu Barantin, tetapi juga memastikan produksi dan distribusi benih lebih teratur. Ini wujud sinergi dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Sahat, Senin (1/9).

Barantin juga telah menetapkan laboratorium tersebut sebagai pihak ketiga resmi untuk melakukan tindakan karantina tumbuhan tertentu. Dengan begitu, laboratorium ini berperan dalam mengendalikan penyebaran Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) secara nasional.

Direktur Syngenta Seed Indonesia, Christian Bayu, menegaskan bahwa pembangunan laboratorium ini merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung pertanian Indonesia yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

“Laboratorium terpadu ini adalah langkah strategis untuk memastikan petani mendapatkan benih terbaik yang sudah melalui proses karantina ketat dan terverifikasi,” jelasnya.

Laboratorium yang berdiri di atas lahan seluas 2.000 m² itu dilengkapi sejumlah fasilitas utama. Di antaranya, laboratorium pengujian mutu benih (fisik, fisiologis, dan kemurnian genetik), laboratorium kesehatan benih dengan izin resmi Barantin, serta laboratorium penelitian produksi benih seperti uji indukan, uji tanah, hingga polen fertility.

Fasilitas ini juga ditunjang oleh engineering workshop untuk mendukung operasional produksi. Dari sisi mutu, Syngenta Seed Indonesia telah mengantongi berbagai sertifikasi, mulai dari SNI ISO 9001:2015 dari Kementerian Pertanian, sertifikat sistem mutu dan lingkungan dari Bureau Veritas Indonesia (ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015), hingga sertifikasi sistem manajemen laboratorium penguji dari KAN (ISO 17025:2017).

Kehadiran laboratorium ini membawa manfaat langsung bagi petani, terutama petani jagung. Mereka kini bisa mendapatkan benih berkualitas tinggi dengan distribusi yang lebih cepat, tepat waktu, serta aman ditanam di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini juga mendukung program Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga keamanan hayati.

Christian Bayu menambahkan, laboratorium ini bukan hanya untuk menjamin kualitas benih, tetapi juga sebagai wujud visi Petani MAJU, yakni memberdayakan petani agar dapat memaksimalkan keuntungan melalui benih bermutu tinggi.

“Benih berkualitas tinggi adalah kunci peningkatan hasil panen dan ketersediaan pangan berkelanjutan. Kami optimistis laboratorium ini akan berperan penting untuk mencapainya,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.