KabarBaik.co, Pasuruan – Lembaga konservasi dan Wisata Taman Safari Indonesia II, Prigen Pasuruan kembali mencatatkan keberhasilan dalam program konservasi satwa langka melalui kelahiran empat ekor anak harimau sumatera yang dimilikinya.
Empat anak harimau tersebut lahir dari pasangan indukan Praja dan Dini, dengan komposisi tiga jantan dan satu betina, kelahiran ini merupakan kedua kalinya oleh indukan Dini, saat ini koleksi yang ada di TSI Prigen berjumlah 8 ekor.
Hal ini menunjukkan keberhasilan pengelolaan satwa dan program breeding konservasi yang dilakukan secara berkelanjutan di TSI Prigen, dengan satwa-satwa langkah yang dimilikinya.
Vice President Life Sciences TSI Grup, drh. Bongot Huaso Mulia menyampaikan, ini merupakan kado istimewa bisa kembali melakukan breeding Harimau Sumatera yang merupakan satwa asli Indonesia, yang mulai langkah dan terancam punah.
“Saat ini peran dari pada Harimau Sumatera di TSI Prigen bukan untuk pengunjung, jadi diutamakan adalah untuk meningkatkan populasi secara regional dan secara global,” jelas Vice President Life Sciences TSI Grup, drh. Bongot Huaso Mulia, Rabu (3/6).
Harimau sumatera merupakan subspesies harimau terakhir yang dimiliki Indonesia dan saat ini berstatus Critically Endangered (Kritis) berdasarkan daftar merah IUCN. Populasinya di alam terus menghadapi berbagai ancaman seperti kehilangan habitat, konflik manusia dan satwa, serta perburuan ilegal.
“Saat ini ancaman keberadaan Harimau Sumatera sangat besar mulai dari habitat hingga perburuan ilegal,” terangnya.
Oleh karena itu, setiap kelahiran harimau sumatera menjadi harapan baru dalam upaya pelestarian spesies ini, tidak hanya menjadi pencapaian penting dalam program konservasi ex-situ, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem hutan Indonesia sebagai habitat alami harimau sumatera.
Konservasi satwa tidak dapat dilakukan hanya oleh lembaga konservasi semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, dan dunia pendidikan.
Melalui momen ini, Taman Safari Indonesia II Prigen mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap pelestarian satwa liar dan biodiversitas Indonesia. Menjaga harimau sumatera berarti turut menjaga keseimbangan ekosistem hutan yang menjadi sumber kehidupan bagi banyak makhluk hidup.








