TTL Perkenalkan Terminal Booking System, Optimalkan Kedatangan Truk di Terminal

oleh -122 Dilihat
IMG 20250612 WA0002
Inisiatif ini bertujuan meningkatkan efisiensi layanan operasional terminal melalui pengaturan kedatangan truk berdasarkan kapasitas yang tersedia.

KabarBaik.co – Sebagai bagian dari implementasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) 2025–2026 dalam bidang digitalisasi kawasan logistik nasional, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) resmi meluncurkan Terminal Booking System (TBS) pada 11 Juni 2025. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan efisiensi layanan operasional terminal melalui pengaturan kedatangan truk berdasarkan kapasitas yang tersedia.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Perak, Agustinus Maun, menyebut langkah TTL ini sebagai tonggak penting menuju penerapan sistem serupa di seluruh terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak. “Kami menargetkan penerapan penuh TBS di seluruh Pelabuhan Tanjung Perak pada awal November 2025,” jelasnya,

Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak. “Terima kasih kepada para operator terminal, pelaku usaha truk, dan asosiasi jasa transportasi yang berkolaborasi dalam implementasi TBS ini,” tambah Agustinus.

TBS adalah aplikasi digital yang memungkinkan pengguna jasa menjadwalkan kedatangan truk dalam slot waktu tertentu (time slot). Setiap harinya, TTL menyediakan enam slot waktu masing-masing berdurasi empat jam untuk kegiatan receiving dan delivery peti kemas. Sistem ini dirancang untuk menghindari penumpukan truk di jam-jam sibuk sekaligus mengoptimalkan waktu-waktu yang lebih lengang.

Sebelumnya, konsentrasi kedatangan truk di waktu tertentu sering memicu antrian panjang, sedangkan pada waktu lainnya terminal relatif sepi. Dengan TBS, distribusi kedatangan truk menjadi lebih merata sesuai kapasitas terminal.

Penerapan TBS diawali dengan soft launching pada 11 Juni 2025. Pada tahap ini, pengguna jasa dapat memilih slot waktu saat memesan job order untuk kegiatan receiving atau delivery.

Manfaat utama TBS meliputi Pemerataan jadwal kedatangan truk dan pengurangan penumpukan, Optimalisasi kapasitas dan produktivitas terminal, Peningkatan efisiensi waktu dan biaya operasional (Truck Round Time/TRT), Pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi polusi akibat kemacetan, Peningkatan kualitas layanan receiving dan delivery, termasuk layanan dual move.

Klub Logindo Jatim menyambut baik upaya TTL ini. Ketua DPD Jatim Klub Logindo, Christin Adni, menyoroti pentingnya pengelolaan teknis untuk memastikan implementasi TBS berjalan optimal. “Kami memahami reformasi ini bertujuan menciptakan efisiensi dan menurunkan biaya. Namun, jika hal teknis tidak diatur detail, ada risiko munculnya biaya tambahan dan menurunnya efisiensi yang diharapkan,” ujarnya.

Meski demikian, Logindo Jatim tetap optimistis. “Dengan perencanaan matang dan kolaborasi seluruh pihak, perubahan ini akan memberikan dampak positif besar bagi dunia logistik, khususnya di Jawa Timur,” tambahnya.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan komitmen TTL terhadap inovasi digital. “Melalui TBS, kami dapat mengelola arus truk secara terencana dan terukur. Ini tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga mendukung ekosistem logistik yang lebih baik,” jelasnya.

David menambahkan, TBS adalah langkah strategis TTL dalam menghadirkan layanan terminal yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Dengan kolaborasi dan dukungan penuh dari para stakeholder, TBS diharapkan menjadi model inovasi yang dapat diadopsi secara nasional.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.