Viral di Medsos, Korban Kecelakaan di Bojonegoro Keluhkan Dimintai Uang Saat Ambil Motor

oleh -105 Dilihat
IMG 20250512 WA0024 1

KabarBaik.co – Jagat media sosial diramaikan oleh keluhan seorang warga Bojonegoro yang mengaku dimintai sejumlah uang oleh polisi saat hendak mengambil sepeda motornya yang diamankan usai kecelakaan. Keluhan tersebut diunggah melalui akun Facebook bernama Sariwati Grosir di grup Media Bojonegoro.

Dalam unggahan tersebut, Sariwati mempertanyakan prosedur pengambilan kendaraan yang menurutnya justru membebani korban kecelakaan. Ia menyertakan foto tangannya yang masih diperban sebagai bukti bahwa dirinya merupakan korban laka lantas.

“Kenapa kalau kita kecelakaan terus ada polisi datang dan motornya dibawa ke Polsek, tapi malah kita bayar buat ngambil motornya, padahal motor punya kita sendiri dan pajak juga bayar sendiri,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Unggahan itu pun viral dan menuai ratusan komentar dari warganet. Mayoritas pengguna Facebook lainnya mengaku pernah mengalami hal serupa, yakni dimintai sejumlah uang agar kendaraan mereka bisa diambil kembali dari kantor polisi. “Aku pernah kena Rp 2 juta,” tulis akun Kang Day dalam kolom komentar.

“Sistemnya begitu emang, jadi lebih penting kendaraan daripada orangnya. Nanti pas sembuh kalau mau ambil motor atau mobil disuruh bayar laka lantas. Entah buat apa, tapi selalu begitu,” sambung akun lainnya, Maazprash.

Sementara itu, pihak Satlantas Polres Bojonegoro belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh sejumlah jurnalis kepada Kasatlantas Polres Bojonegoro, AKP Deni Eko Prasetyo, juga belum mendapat tanggapan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.