KabarBaik.co, Malang – Dugaan aksi penganiayaan terhadap seorang petugas SPBU di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, menjadi sorotan publik setelah rekaman CCTV kejadian tersebut viral di media sosial. Polisi memastikan kasus tersebut kini telah ditangani.
Kasi Humas Polres Malang AKP Budiono mengatakan laporan mengenai insiden itu telah diterima dan saat ini proses penanganannya dilakukan oleh jajaran Polsek Turen.
“Sudah ditangani Polsek Turen,” tegas Budiono, Minggu (28/6).
Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa itu terjadi di SPBU Jalan Raya Talok, Kecamatan Turen, pada Kamis (25/6) sekitar pukul 19.30 WIB. Rekaman CCTV memperlihatkan seorang petugas perempuan terlibat cekcok dengan seorang pelanggan yang mengendarai mobil Suzuki Carry berwarna hijau.
Perselisihan diduga bermula ketika pelanggan menunjukkan dua barcode untuk pembelian BBM, namun salah satunya tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan yang digunakan. Petugas kemudian menolak penggunaan barcode tersebut dan meminta pelanggan menunjukkan kode QR yang sesuai dengan data kendaraan.
Setelah barcode yang benar digunakan, proses pengisian BBM tetap dilayani. Namun, pengisian tidak mencapai nominal yang diinginkan pelanggan karena kapasitas tangki kendaraan sudah penuh. Bahkan, sebagian bahan bakar disebut sempat meluap saat pengisian berlangsung.
“Setelah pengisian tidak sampai nominal yang diminta karena tangki sudah penuh dan sempat tumpah, pelanggan masih memprotes,” demikian bunyi keterangan dalam laporan yang beredar.
Perdebatan antara kedua belah pihak pun tidak terhindarkan. Dalam video yang viral, pelanggan terlihat menunjuk-nunjuk petugas SPBU. Tak lama kemudian, pria tersebut diduga menampar pipi petugas SPBU hingga memancing petugas lain datang untuk melerai.
Video berdurasi singkat itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan pelanggan tersebut dan meminta aparat kepolisian mengusut dugaan penganiayaan terhadap petugas SPBU.
Hingga berita ini ditulis, proses penanganan perkara masih dilakukan oleh Polsek Turen. Polisi juga masih mendalami kronologi serta mengumpulkan keterangan dari para pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. (*)








