Viral Video Anggota DPRD Jember Diduga Main Game Saat Rapat Stunting, Ini Tanggapan Ketua Dewan

oleh -167 Dilihat
Tangakapan layar video viral di Medsos (pak JITU)
Tangakapan layar video viral di Medsos (pak JITU)

KabarBaik.co, Jember – Sebuah video yang merekam suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Jember mendadak viral di media sosial pada Senin (11/5). Seorang oknum anggota dewan justru tertangkap kamera diduga sedang asyik bermain game ponsel.

Rapat tersebut sejatinya dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan, BPJS, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Jember. Agenda utamanya adalah membahas strategi penanganan stunting di wilayah Jember agar dilakukan secara objektif dan bebas dari kepentingan politik.

Namun, suasana serius tersebut tercoreng oleh aksi salah satu peserta rapat. Dalam potongan video yang beredar, pria tersebut tampak bermain Handphone diduga tengah mengoperasikan game Clash of Clans di ponselnya saat diskusi berlangsung.

Video yang diunggah oleh akun Instagram @pak_jitu dan @aslijembermat ini langsung memicu gelombang kritik. Banyak netizen menyayangkan sikap tidak profesional tersebut, mengingat isu yang dibahas berkaitan langsung dengan kesejahteraan anak-anak di Jember.

“Rapat DPRD main game, Dinas Kesehatan sambil ngerokok. Dan kita ngasih gaji buat mereka,” tulis akun @ophiedanzo di kolom komentar.

Senada dengan itu, akun @Joddycaprinata menambahkan, “Main game, ngerokok, digaji plus dapat tunjangan pula. Wow.”

Pria dalam video tersebut diduga kuat adalah Gus Syahri Fadil Muzakki, anggota DPRD Jember dari Fraksi Gerindra. Meski namanya santer disebut oleh publik sebagai subjek dalam video tersebut, hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait maupun sekretariat DPRD Jember.

Sementara itu Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menyayangkan sikap anggotanya yang dinilai tidak menunjukkan etika dan kedisiplinan sebagai wakil rakyat, terlebih saat membahas isu kesehatan yang krusial.

“Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf. Ini menyangkut etika lembaga. Tentu akan kita proses karena yang bersangkutan tidak menerapkan sistem kedisiplinan dan attitude saat di ruang rapat,” ujar Halim saat dikonfirmasi, Selasa (12/5).

Pihaknya memastikan kasus ini akan segera ditindaklanjuti secara kelembagaan melalui Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember.

“Tentunya BK akan mengkaji tingkat pelanggaran untuk menentukan sanksi yang tepat,” ungkapnya.

Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Jember, Halim menegaskan bahwa partai juga akan mengambil langkah tegas.

“Beliau ini anggota baru di fraksi kami dan memang belum mengikuti pendidikan kaderisasi di Hambalang. Namun, aturan partai sangat ketat terkait kedisiplinan. Kami akan panggil untuk klarifikasi dan meminta yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka,” tegasnya.

Kejadian ini menjadi catatan serius bagi Fraksi Gerindra. Ia menyebutkan bahwa selain sanksi dari lembaga DPRD, internal partai juga menyiapkan sanksi administratif dan disiplin keanggotaan bagi Syahri.

Viralnya video ini diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh anggota dewan agar lebih profesional dan menghormati forum resmi, terutama saat membahas kebijakan yang menyangkut kepentingan rakyat banyak. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.