Warga Empat Desa di Blitar Masih Keberatan, Penutupan Akses Lahor Tetap Dikawal

oleh -136 Dilihat
IMG 20260801 WA0011 scaled
Situasi di kawasan Bendungan Lahor. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Penutupan akses kendaraan roda empat di kawasan Bendungan Lahor, Kabupaten Blitar, mulai diberlakukan. Kepolisian menyiapkan sekitar 200 personel untuk mengamankan pelaksanaan kebijakan tersebut.

Plh Kabag Ops Polres Blitar Kota, AKP Sony mengatakan, pengamanan dilakukan atas permintaan Perum Jasa Tirta (PJT) I. Polisi bersama Kodim bertugas mendampingi dari sisi keamanan, sedangkan pelaksanaan penutupan merupakan kewenangan PJT I.

“Permintaan pengamanan dari PJT. Kami dari Kodim dan Polres hanya melaksanakan pendampingan keamanan. Yang melaksanakan penutupan tetap dari PJT,” ujar Sony.

Menurutnya, sekitar 200 personel disiapkan untuk mengantisipasi kondisi selama penerapan penutupan. Pengamanan nantinya menyesuaikan situasi di lapangan, termasuk kondisi di wilayah Malang.

Sementara itu, Camat Selorejo Agung Nugroho Sutamat mengatakan, masyarakat sebenarnya telah mendapat sosialisasi mengenai rencana penutupan. Namun, sebagian warga masih berharap akses tersebut tidak langsung ditutup sepenuhnya.

“Kami memahami kebijakan tersebut sudah disosialisasikan. Tetapi masyarakat berharap jangan ditutup dulu, karena warga yang berjualan di sepanjang jalur itu menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas di Bendungan Lahor,” kata Agung.

Ia menyebut terdapat lebih dari 200 warga yang terdampak aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Sebagian di antaranya masih berjualan dengan pola buka-tutup di wilayah Desa Ngreco, Mboro, Olak-Alen, hingga Selorejo.

Dari sisi akses, masyarakat Blitar yang hendak menuju Malang kini mulai menggunakan jalur alternatif melalui Desa Ngreco. Agung menyebut jalur dari Selorejo menuju akses alternatif tersebut memiliki jarak sekitar enam kilometer.

“Kami berharap kalau memungkinkan, penutupan dari Selorejo dan empat desa itu jangan dilakukan dulu,” ujarnya.

Perum Jasa Tirta telah memberikan solusi, Agung menyebut perlunya peningkatan jalan alternatif dari sisi Blitar. Jalur tersebut sebenarnya sudah tersedia, tetapi perlu diperlebar agar dapat dilalui dua kendaraan secara berpapasan.

“Jalan alternatif dari sisi Blitar sudah ada. Mungkin perlu diperlebar supaya bisa digunakan untuk dua kendaraan,” katanya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.