KabarBaik.co, Bojonegoro – Sebanyak sepuluh titik jembatan darurat di Kabupaten Bojonegoro diproyeksikan rampung pada akhir tahun ini. Program tersebut merupakan bagian dari kerja satuan tugas khusus jembatan darurat yang berada di bawah komando Kodim 0813 Bojonegoro.
Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menjelaskan bahwa usulan pembangunan jembatan tersebut telah diajukan sejak tahun lalu. Seluruh titik yang diusulkan kini telah mendapatkan persetujuan dari satgas pusat, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Sebanyak sepuluh jembatan di tahun ini akan terbangun, dan harapan kami bisa selesai sesuai dengan rencana,” ujar Dedy, Jumat (3/4).
Pembangunan jembatan ini dilakukan dengan sistem swadaya masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau kendaraan berat. Kehadiran jembatan darurat diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga serta meningkatkan akses layanan dasar, termasuk pendidikan.
Adapun sepuluh lokasi pembangunan jembatan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain di Sungai Gandong, Kecamatan Sumberrejo; Dusun Gempol, Kecamatan Kasiman; Desa Meduri dan Dusun Besuli di Kecamatan Margomulyo; Desa Soko, Kecamatan Temayang; Desa Pragelan, Kecamatan Gondang; Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo; Desa Kacangan, Kecamatan Malo; Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman; serta Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru.
Program jembatan darurat ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang menargetkan pembangunan hingga 300 ribu jembatan di seluruh Indonesia. Fokus utamanya adalah wilayah terpencil dan daerah terdampak bencana, guna meningkatkan keselamatan masyarakat serta mendukung akses anak-anak menuju sekolah. (*)








