KabarBaik.co – Setiap tanggal 25 Juli, dunia memperingati Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia (World Drowning Prevention Day). Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa tenggelam merupakan penyebab kematian yang sebenarnya dapat dicegah melalui edukasi, pengawasan, dan penerapan langkah-langkah keselamatan di perairan.
Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi A/RES/75/273 tentang Global Drowning Prevention yang diadopsi pada 28 April 2021. Melalui resolusi tersebut, PBB menetapkan 25 Juli sebagai hari peringatan tahunan sekaligus meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengoordinasikan upaya pencegahan tenggelam di tingkat global.
Penetapan hari peringatan ini berangkat dari tingginya angka kematian akibat tenggelam di berbagai negara. WHO memperkirakan sekitar 236 ribu orang meninggal karena tenggelam setiap tahun. Korban terbanyak berasal dari kelompok anak-anak dan remaja, menjadikan tenggelam sebagai salah satu penyebab utama kematian akibat cedera pada usia muda. Sebagian besar kasus terjadi di negara berpendapatan rendah dan menengah yang memiliki akses terbatas terhadap pendidikan keselamatan air dan layanan penyelamatan.
PBB menegaskan bahwa tenggelam bukan sekadar kecelakaan, melainkan persoalan kesehatan masyarakat yang dapat dicegah. Karena itu, peringatan ini mengajak pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga keluarga untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan di lingkungan perairan.
Berbagai langkah sederhana dinilai mampu menekan risiko tenggelam, seperti mengawasi anak saat berada di dekat air, mengajarkan kemampuan berenang dan keselamatan air sejak dini, menggunakan pelampung ketika beraktivitas di perairan, menghindari berenang di lokasi berbahaya, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban tenggelam.
Bagi Indonesia yang memiliki garis pantai panjang, ribuan sungai, dan banyak waduk maupun danau, pesan Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia menjadi semakin relevan. Kesadaran akan pentingnya keselamatan di air diharapkan dapat mengurangi berbagai insiden tenggelam yang masih kerap terjadi, terutama saat musim liburan maupun ketika masyarakat beraktivitas di sungai dan perairan terbuka.
Peringatan setiap 25 Juli bukan hanya mengenang para korban, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap nyawa dapat diselamatkan melalui edukasi, kewaspadaan, dan tindakan pencegahan yang tepat. Dengan meningkatnya kesadaran bersama, angka kematian akibat tenggelam diharapkan terus menurun dari tahun ke tahun. (*)







