22 Juli Hari Otak Sedunia: Momentum Meningkatkan Kesadaran Menjaga Organ Paling Vital Manusia

oleh -79 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 22 at 7.08.45 AM
Hari Otak Sedunia

KabarBaik.co – Setiap tanggal 22 Juli, dunia memperingati Hari Otak Sedunia (World Brain Day) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan otak. Peringatan internasional ini menjadi pengingat bahwa otak merupakan pusat kendali seluruh fungsi tubuh, mulai dari berpikir, mengingat, bergerak, hingga mengatur emosi dan perilaku manusia.

Hari Otak Sedunia pertama kali ditetapkan oleh World Federation of Neurology (WFN) pada 2014. Tanggal 22 Juli dipilih untuk memperingati hari berdirinya organisasi tersebut pada 22 Juli 1957. Sejak saat itu, peringatan ini digelar setiap tahun dengan tema yang berbeda guna mengampanyekan pentingnya pencegahan, deteksi dini, pengobatan, serta pemerataan akses layanan kesehatan bagi penderita gangguan neurologis di seluruh dunia.

Pada tahun 2026, Hari Otak Sedunia mengusung tema ‘Brain Health: Access for All’ atau ‘Kesehatan Otak: Akses untuk Semua’. Tema tersebut menekankan bahwa setiap orang, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun wilayah tempat tinggal, berhak memperoleh layanan kesehatan otak yang berkualitas. Kampanye ini juga menyoroti masih besarnya kesenjangan akses terhadap diagnosis, pengobatan, dan rehabilitasi penyakit neurologis di berbagai negara.

WFN menyebutkan bahwa lebih dari 3,4 miliar orang di dunia hidup dengan berbagai gangguan neurologis, seperti stroke, epilepsi, demensia, penyakit Parkinson, migrain, hingga cedera otak. Kondisi tersebut menjadikan penyakit neurologis sebagai salah satu penyebab utama kecacatan dan penurunan kualitas hidup secara global.

Melalui Hari Otak Sedunia, masyarakat diajak menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah menjaga fungsi otak. Beberapa di antaranya adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, tidur yang cukup, mengelola stres, menghindari rokok dan alkohol, serta tetap aktif secara sosial maupun mental dengan membaca, belajar, atau melakukan aktivitas yang merangsang kemampuan berpikir.

Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan otak bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi merupakan investasi jangka panjang yang harus dimulai sejak usia dini. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan otak, diharapkan angka penyakit neurologis dapat ditekan sehingga kualitas hidup manusia di masa depan semakin baik. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.