97 Desa di Bojonegoro Terancam Kekeringan, 1 Desa Mulai Minta Bantuan Air Bersih

oleh -3174 Dilihat
WhatsApp Image 2024 06 19 at 15.34.53
Laely Noer Aeny, kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Sebanyak 97 desa yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro terancam kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Bahkan, saat ini sudah ada satu desa yang mengalami krisis air bersih meski belum memasuki puncak kemarau.

Satu desa yang mengalami kekurangan air bersih itu adalah Desa Nglumber, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bojonegoro, Laela Noer Aeny, pihaknya telah mendistribusikan air bersih dua kali ke desa tersebut.

”Kami sudah dua kali distribusi. Untuk sampai saat ini permintaan bantuan air bersih baru Desa Nglumber,” ungkap Aeny, Rabu (19/6).

Dia menjelaskan, yang mengalami krisis air bersih ada tiga RT di Dukuh Sambongrejo, Desa Nglumber. Sementara jangka waktu dalam pendistribusian air bersih itu 4 hari. ”Kalau pastinya ada 3 RT di Dukuh Sambongrejo,” jelasnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah merilis awal musim kemarau terjadi sejak awal Mei lalu. Sedangkan puncak musim kemarau di Kabupaten Bojonegoro diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus mendatang.

Dalam mengantisipasi puncak kemarau tahun ini, BPBD Kabupaten Bojonegoro akan mengalokasikan sekitar 300 unit drum tangki 500 liter dan 1000 lembar terpal, untuk pendistribusian air bersih ke warga yang terdampak kekeringan.

”Kami akan mengalokasikan 300 drum plastik bermuatan 500 liter, sama 1000 terpal untuk pendistribusian air bersih,” terang Aeny. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.