KabarBaik.co, Jember – Kecelakaan melibatkan Kereta Api (KA) Sangkuriang relasi Ketapang-Bandung dengan sebuah sepeda motor terjadi di petak jalan Kotok-Arjasa, Jember pada Rabu (13/5) sekitar pukul 17.00 WIB. Insiden ini terjadi tepat di perlintasan sebidang JPL 168, Km 205+5/6.
PT KAI Daop 9 Jember menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan resmi, kecelakaan diduga dipicu oleh kurangnya kewaspadaan pengendara motor saat melintasi rel.
Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa sepeda motor melaju dari arah selatan menuju perlintasan. Namun, pengendara tampak tidak mengurangi kecepatan meski sudah mendekati jalur kereta.
“Bahkan sudah ada peringatan dari Masinis. Karena telah berkali-kali membunyikan Semboyan 35 (klakson kereta),” ujar Cahyo, Kamis (14/5).
Namun sayangnya, karena laju motor yang tidak berhenti dan jarak yang sudah sangat dekat, benturan (temperan) tidak dapat dihindarkan.
Pascainsiden, KA Sangkuriang sempat melakukan berhenti luar biasa di lokasi kejadian guna pemeriksaan sarana untuk memastikan keamanan perjalanan.
“Setelah pemeriksaan menyeluruh, pada pukul 17.04 WIB kereta dinyatakan aman dan kembali melanjutkan perjalanan. Kami pastikan seluruh petugas dan penumpang dalam kondisi selamat,” ungkap Cahyo.
PT KAI Daop 9 Jember kembali memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. KAI menekankan bahwa kereta api tidak dapat berhenti mendadak karena memiliki jarak pengereman yang panjang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi pengendara motor sendiri dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Namun hingga berita ini diturunkan belum diketahui indentitas korban. (*)







