Anggota Tim Hotman 911 asal Sumbawa Kecam Pamflet “Tukang Gaduh”, Tegaskan Berjuang Demi Keadilan Tanpa Bayaran

oleh -92 Dilihat
IMG 20260724 WA0032
Anggota Tim Hotman 911 asal Sumbawa, NTB, Kusnaini. (Foto: Arief Rahman)

KabarBaik.co, Mataram – Anggota Tim Hotman 911 asal Sumbawa, NTB, Kusnaini, angkat bicara terkait beredarnya pamflet yang mengatasnamakan Aliansi Aktivis NTB dengan mencantumkan foto kantor mereka disertai tulisan “Tukang Gaduh”. Kusnaini menyatakan pihaknya mengecam dan menyayangkan penyebaran pamflet tersebut karena dinilai mengandung tuduhan dan fitnah.

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Kusnaini menegaskan bahwa dirinya bersama Tim Hotman 911 selama ini memberikan pendampingan hukum murni atas dasar kepedulian dan rasa kemanusiaan, bukan karena kepentingan tertentu ataupun imbalan materi. “Kami menyayangkan dan mengecam pamflet yang beredar yang mengatasnamakan Aliansi Aktivis NTB dengan mencantumkan foto kantor kami dengan tuduhan dan fitnah ‘Tukang Gaduh’,” tulis Kusnaini.

Ia menjelaskan, keterlibatan Tim Hotman 911 di NTB bermula saat mendampingi perkara Radit Adiansyah, yang kini masih berproses di tingkat banding. Menurutnya, pendampingan tersebut dilakukan tanpa menerima bayaran. “Kami membantu karena hati nurani. Kami yakin Radit adalah korban, bukan pelaku,” ujarnya.

Kusnaini juga menegaskan bahwa pendampingan terhadap keluarga korban dalam kasus santri di Lombok Tengah juga dilakukan secara sukarela setelah keluarga korban meminta bantuan kepada Tim Hotman 911.
Menurutnya, seluruh tim tidak pernah meminta maupun menerima imbalan dalam memberikan bantuan hukum kepada keluarga korban.

Ia juga menyinggung pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi III DPR RI yang sempat menuai sorotan. Menurut Kusnaini, langkah tersebut merupakan hak korban dalam memperjuangkan keadilan. “Kalaupun dengan adanya RDP di Komisi III DPR RI dianggap kegaduhan, itu adalah hak korban untuk menuntut keadilan. Tim Hotman 911 hanya membantu memfasilitasi,” tulisnya.

Terkait proses hukum yang kini ditangani Polda NTB, Kusnaini menyatakan pihaknya menghormati seluruh tahapan penyidikan. Ia menilai penetapan tersangka terhadap oknum pondok pesantren merupakan bagian dari mekanisme hukum yang dijalankan kepolisian. Jika ada pihak yang keberatan, menurutnya, Undang-Undang telah menyediakan jalur hukum yang dapat ditempuh.

“Kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik Polda NTB yang sedang bekerja dan menghormati seluruh mekanisme hukum yang berlaku,” tegasnya.

Unggahan Kusnaini itu mendapat banyak tanggapan dari warganet yang memberikan dukungan kepada Tim Hotman 911. Najim Gramesa menuliskan agar Kusnaini tetap semangat dan tidak membiarkan perjuangan mencari keadilan dibungkam. “Tetap semangat kanda, jangan biarkan keadilan dibungkam oleh oknum aktivis. Kanda adalah salah satu aktivis NTB yang hebat.”

L. Mustakim Patawari juga meminta Kusnaini terus berjuang. Ia bahkan berharap Tim Hotman 911 turut membantu keluarga mahasiswi asal Jereweh yang meninggal di sebuah rumah kos. “Maju terus dinda, jangan gentar. Sekalian bantu keluarga korban mahasiswi asal Jereweh yang meninggal di kosnya itu.”

Komentar senada datang dari akun Intan Mtyaa yang menyampaikan doa agar Tim Hotman 911 selalu diberi perlindungan dalam memperjuangkan masyarakat. “Semoga tim Hotman selalu dalam lindungan Tuhan YME. Terima kasih jasanya untuk kami warga NTB.”

Sementara itu, akun Divya Bisyara Anindya menyebut perjuangan Tim Hotman 911 dilakukan dengan tulus tanpa meminta bayaran. “Terima kasih sudah berjuang bersama Tim Hotman 911, murni dari hati nurani dan tanpa kami bayar sepeser pun. Semoga semua kebaikan diganti berlipat ganda.”

Di sisi lain, terdapat pula komentar yang mempertanyakan pelabelan “tukang gaduh” terhadap Tim Hotman 911. Salah satunya datang dari akun Putri Maya Rumanti. “Apa yang dibuat gaduh? Siapa korban keberatan? Lucu kok ikut-ikutan mau membungkam keadilan.” (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.