Animo Membludak, 400 Pasangan Rebutan Slot Skrining Kesuburan Gratis di Surabaya

oleh -133 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 31 at 2.24.45 PM
Para pasangan yang sedang mengantre memeriksakan kesuburan di ASHA IVF Indonesia (Irma Hari Trisiawardani)

KabarBaik.co, Surabaya – Antusiasme pasangan suami istri (pasutri) untuk memeriksakan kesehatan reproduksi ternyata sangat tinggi. Hal itu terlihat dari membludaknya pendaftar program skrining kesuburan gratis yang digelar ASHA IVF Indonesia dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya.

Program bertajuk “ASHA Open House: Celebrate Hope with ASHA” tersebut dilaksanakan serentak di tiga klinik ASHA IVF di Surabaya, yakni ASHA IVF Waron Hospital, ASHA IVF PHC, dan ASHA IVF Jaladri RSPAL dr Ramelan.

Meski hanya menyediakan 170 slot pemeriksaan, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 400 pasangan dari Surabaya dan sekitarnya. Tingginya minat tersebut menunjukkan masih banyak pasangan yang mengalami kesulitan memperoleh keturunan, namun belum pernah melakukan pemeriksaan kesuburan secara dini.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas, dr. Amang Surya Priyanto, SpOG, mengatakan banyak pasangan sebenarnya memiliki gangguan kesuburan, tetapi tidak menyadarinya.

“Yang cukup memprihatinkan, banyak pasangan tidak sadar bahwa baik dari pihak laki-laki maupun perempuan sebenarnya memiliki masalah yang dapat memengaruhi peluang mendapatkan keturunan,” kata Amang saat kegiatan berlangsung di Waron Hospital, Minggu (31/5).

Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi pasangan untuk melakukan deteksi dini terhadap kondisi organ reproduksi. Pemeriksaan dilakukan melalui wawancara medis, evaluasi riwayat kesehatan, hingga pemeriksaan ultrasonografi (USG).

“Dari pemeriksaan awal ini kami bisa mengidentifikasi kemungkinan penyebab kesulitan memperoleh keturunan, kemudian memberikan arahan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasangan,” ujarnya.

Hasil skrining yang dilakukan pada peserta menunjukkan beragam masalah reproduksi. Mulai dari dugaan endometriosis, gangguan ovulasi akibat sindrom ovarium polikistik (PCOS), perlengketan organ reproduksi, hingga faktor pria seperti gangguan fungsi seksual dan kualitas sperma.

Amang menegaskan bahwa setiap kasus memiliki penyebab yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang juga berbeda.

“Program kehamilan tidak bisa disamaratakan. Ada yang cukup dengan terapi sederhana, ada yang membutuhkan tindakan lebih lanjut seperti inseminasi, bahkan bayi tabung,” jelasnya.

Hal senada disampaikan dr. M.Y. A Widyanugraha, SpOG, Subsp. FER. Ia menilai tingginya jumlah pendaftar menunjukkan kebutuhan layanan fertilitas di masyarakat masih sangat besar.

“Dari 170 slot yang tersedia, pendaftarnya mencapai sekitar 400 orang. Ini menunjukkan kebutuhan layanan kesuburan sebenarnya cukup tinggi, namun masih banyak pasangan yang belum terlayani atau belum mengetahui harus memulai pemeriksaan dari mana,” ujarnya.

Menurut Widyanugraha, banyak pasangan selama ini menganggap kesulitan memiliki anak hanya soal waktu. Padahal setelah menjalani pemeriksaan dasar, penyebabnya sering kali bisa diketahui lebih cepat sehingga penanganan menjadi lebih tepat.

“Dengan skrining dasar saja, pasangan sudah bisa mendapatkan gambaran mengenai masalah yang dihadapi dan program kehamilan apa yang paling sesuai,” katanya.

Sementara itu, dr. Edwin Budipramana, M.Kes, SpOG, menjelaskan bahwa kondisi kesuburan juga dipengaruhi gaya hidup. Pola makan yang kurang sehat, stres berkepanjangan, hingga tekanan pekerjaan dapat berdampak pada kesehatan reproduksi.

“Perubahan gaya hidup saat ini membuat tingkat stres masyarakat lebih tinggi. Faktor-faktor tersebut dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan secara umum, termasuk kesuburan,” ujarnya.

Salah satu peserta, Cintya (28), mengaku mengikuti program tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksinya. Perempuan asal Surabaya itu telah menikah selama dua tahun bersama suaminya, Rafi (29).

“Saya ingin tahu kondisi rahim saya seperti apa dan apa yang harus dilakukan setelah mendapatkan hasil pemeriksaan. Semoga ini menjadi jalan untuk mendapatkan kabar baik,” katanya.

Melalui kegiatan ini, ASHA IVF berharap semakin banyak pasangan dapat memahami kondisi reproduksinya sejak dini sehingga peluang memperoleh keturunan dapat ditingkatkan melalui penanganan yang tepat dan sesuai kebutuhan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.