Apes, Pemburu Burung di Jember Tewas Tertembak Senapan Sendiri

oleh -130 Dilihat
Ilustrasi.
Ilustrasi. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jember – Peristiwa tragis menimpa M. Yusuf Hariawan, 35 tahun, warga Dusun Kapuran, Desa Grenden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Pria tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat tak sengaja tertembak senapan angin miliknya sendiri saat berburu burung di area pekarangan Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan.

Insiden nagas yang diduga dipicu kelalaian tersebut bermula ketika korban pergi berburu bersama rekannya, Riskon Devianto, 38 tahun pada Selasa (21/7) sekitar pukul 05.00 WIB.

Keduanya sempat berhenti di warung kopi milik Cukup yang berada di sekitar lokasi kejadian (TKP).

Kapolsek Wuluha. Iptu Handoko mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, korban sempat beberapa kali keluar-masuk warung untuk meminum kopi di sela-sela aktivitas berburunya. Sementara rekannya menunggu di warung sambil memutar suara pikat burung perkutut.

Petaka terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Korban kembali ke warung kopi untuk ketiga kalinya tanpa membawa senapan angin. Dengan kondisi memegangi perut bagian kanan, korban berteriak meminta pertolongan kepada rekan dan pemilik warung.

Cak, aku kebedil dewe (Cak, aku tertembak sendiri),” ujar Handoko menirukan ucapan korban.

Setelah itu, saksi di lokasi segera menolong korban dan mengamankan senapan angin yang tergeletak di gang, berjarak sekitar 12 meter dari warung. Pemilik warung kemudian langsung menghubungi pihak kepolisian dan warga sekitar.

Mendapat laporan warga sekitar pukul 06.30 WIB, jajaran Polsek Wuluhan bersama tim medis dari Puskesmas Lojejer langsung menuju lokasi kejadian. Namun, dari hasil pemeriksaan medis di TKP, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Hasil Visum et Repertum (VER) luar menunjukkan adanya luka tembak di bawah rusuk sebelah kanan yang diperkirakan menembus organ paru-paru.

“Pihak medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan benda tumpul atau memar lain di tubuh korban,” ungkapnya.

Handoko, mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah diberikan penjelasan secara transparan mengenai kronologi kejadian tersebut.

“Pihak keluarga, yang diwakili oleh ayah korban, Ngatuwi, menyatakan menerima musibah ini sebagai takdir murni akibat kelalaian dan menolak dilakukan autopsi serta proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

Korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan usai penandatanganan surat pernyataan resmi.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.