Bakorwil Malang Dorong Perpustakaan Jatim Perkuat Transformasi Digital Lewat INLIS Lite 3.3

oleh -107 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 27 at 1.40.22 PM
Forum INLIS Lite Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar di kantor Bakorwil III (foto: istimewa)

KabarBaik.co, Malang – Perpustakaan di Jatim didorong untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Tak lagi sebatas tempat menyimpan dan meminjam buku, perpustakaan kini dituntut mampu menjadi pusat pengetahuan sekaligus memberikan layanan publik yang cepat, mudah, dan berkualitas.

Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam Forum INLIS Lite Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan III Provinsi Jawa Timur (Bakorwil III Malang) di Malang, Kamis (27/8).

Mengangkat tema “Peningkatan Otomasi Perpustakaan Berbasis INLIS Lite Versi 3.3”, forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan perpustakaan di Jawa Timur.

Kepala Bakorwil Malang Asep Kusdinar mengatakan kemajuan teknologi informasi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.

“Perpustakaan memang sebaiknya sudah dikelola dengan memanfaatkan sistem komputerisasi atau sudah terotomasi. Dengan bantuan komputerisasi, pekerjaan pustakawan menjadi sangat terbantu dan pengguna dapat menikmati pelayanan yang berkualitas,” ujar Asep.

Menurutnya, penerapan sistem otomasi dapat memangkas sejumlah proses yang sebelumnya dilakukan secara manual. Pencarian koleksi, peminjaman, pengembalian hingga pengelolaan data perpustakaan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Tidak hanya itu, perkembangan teknologi juga memberikan kesempatan bagi perpustakaan untuk memperluas koleksi melalui sumber digital.

“Dalam hal penyediaan koleksi buku, akan terasa sangat kurang jika belum dilengkapi dengan koleksi dalam bentuk digital seperti e-book,” terangnya.

Asep menilai perubahan teknologi harus dibarengi dengan perubahan pola pengelolaan perpustakaan. Koleksi fisik tetap penting, namun perpustakaan juga perlu membangun layanan yang mampu menjangkau masyarakat melalui platform digital.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Di Jawa Timur, upaya digitalisasi pengelolaan perpustakaan bukan hal baru. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur telah menerapkan otomasi sejak sekitar tahun 2000.

Saat ini, pengelolaan tersebut menggunakan INLIS Lite (Integrated Library Information System) yang dikembangkan dan disediakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Asep mengatakan INLIS Lite menjadi salah satu perangkat penting dalam mendukung modernisasi layanan perpustakaan. Pengembangan aplikasi juga terus dilakukan mengikuti perkembangan teknologi.

“INLIS Lite terus di-upgrade sesuai dengan kemajuan teknologi komputer, sehingga selalu selaras dan kompatibel dengan teknologi baru yang muncul,” jelasnya.

Sebagai bagian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bakorwil Malang turut mendorong perpustakaan di wilayah kerjanya agar meningkatkan kemampuan teknologi sekaligus kompetensi sumber daya manusia.

Asep berharap seluruh perpustakaan tidak berhenti pada penggunaan sistem yang sudah ada, tetapi terus melakukan pengembangan agar layanan yang diberikan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap semua perpustakaan, termasuk yang berada di wilayah kerja Bakorwil Malang, terus mengembangkan perpustakaan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi serta terus meningkatkan aplikasi yang dipakai agar tidak ketinggalan dengan teknologi yang sedang berkembang,” tegasnya.

Bahkan, menurut Asep, transformasi digital perpustakaan tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan aplikasi baru. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut mampu menghasilkan perubahan nyata terhadap kualitas pelayanan.

Karena itu, Forum INLIS Lite Jawa Timur juga diarahkan sebagai ruang berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama bagi pengelola perpustakaan.

Jejaring tersebut kini telah memiliki lebih dari 700 anggota yang tergabung dalam grup komunikasi Forum INLIS Lite Jawa Timur.

Asep mengapresiasi keaktifan para anggota dalam bertukar informasi dan membantu ketika terdapat kendala dalam pengoperasian aplikasi.

“Anggota grup aktif berdiskusi dan suka membantu anggota forum lain yang mengalami berbagai kesulitan dan hambatan dalam menjalankan aplikasi INLIS Lite,” ungkapnya.

Ia berharap budaya kolaborasi itu terus berkembang sehingga pengelola perpustakaan dapat saling memperkuat kemampuan.

“Ke depan, sesama anggota semakin bersemangat saling membantu, berbagi pengetahuan dan keterampilan untuk mengatasi berbagai kesulitan yang ditemukan dalam memakai aplikasi INLIS Lite,” imbuhnya.

Dalam forum kali ini, peserta mendapatkan pemaparan mengenai INLIS Lite versi 3.3 dari narasumber Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Ilyas Daliamar.

Selain itu, tenaga teknologi informasi dan pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur, Achmad Jalaluddin, turut berbagi pengalaman terkait proses uji coba versi terbaru tersebut.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi perpustakaan di Jawa Timur untuk mengevaluasi sistem yang digunakan sekaligus mulai mempersiapkan upgrading menuju pengelolaan yang lebih modern.

Asep berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara langsung di masing-masing perpustakaan.

“Semoga semua peserta menjadi lebih paham INLIS Lite versi baru ini dan bisa mulai mempertimbangkan kemungkinan melakukan upgrading, untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaannya,” ungkap dia.

Ia menegaskan, teknologi pada akhirnya bukan tujuan utama. Teknologi harus menjadi alat untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan.

Dengan dukungan teknologi, peningkatan kapasitas SDM dan semangat kolaborasi, perpustakaan di Jawa Timur diharapkan mampu berkembang menjadi ruang pengetahuan yang semakin modern, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.