KabarBaik.co, Pasuruan – Bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkotika saat ini sudah mengancam semua lapisan masyarakat mulai dari pedesaan hingga perkotaan serta generasi muda menjadi target utama.
Untuk menanggulangi bahaya narkotika di kalangan generasi muda khususnya pelajar, Badan Narkotika Nasional kabupaten (BNNK) Pasuruan terus masuk dalam kegiatan-kegatan di kalangan pelajar dan remaja.
Salah satunya yang digelar oleh mahasiswa dalam Kulia Kerja Nyata (KKN) di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Fendy Muhammad, anggota BNNK Pasuruan menegaskan, penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar masih menjadi ancaman nyata. Maka pendidikan karakter berbasis iman dan takwa harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki ketahanan menghadapi berbagai pengaruh negatif.
“Iman dan takwa adalah benteng utama agar generasi muda tidak mudah terjerumus narkoba. Edukasi sejak dini, mulai dari tingkat TK hingga SD, merupakan langkah preventif yang sangat baik,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak memilih jalan marah atau menghakimi saat anak terjerat narkoba. Langkah yang dibutuhkan adalah komunikasi, pendampingan, dan rehabilitasi secepat mungkin.
“Jika anak terjerat narkoba, orang tua jangan panik atau menghakimi. Bangun komunikasi yang baik dan segera upayakan rehabilitasi dengan melibatkan pemerintah desa,” katanya.
Menurutnya, pergaulan di sekolah, lingkungan sosial, hingga dunia kerja menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba, maka perang melawan narkoba bukan hanya tugas BNN atau kepolisian, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
“Narkoba akan terus beredar jika masih ada pemakainya, makanya generasi muda harus ikut pemberantasannya menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Muhammad Fuad selaku Kepala Desa Randupitu menyambut baik apa yang dilakukan para mahasiswa dengan BNNK Pasuruan, di mana perang peredaran narkoba harus dimulai tanpa menunggu adanya korban.
“Generasi muda saat ini harus responsif apa yang menjadi permasalahan tentang bahaya narkoba, bersama BNN dan generasi muda desa akan paham nantinya,” jelasnya.






