KabarBaik.co, Bojonegoro – Memasuki awal musim kemarau tahun 2025, BPBD Bojonegoro mulai menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air. Meski demikian, hingga saat ini BPBD belum menerima Surat Keputusan (SK) Status Kekeringan dari Bupati Bojonegoro yang biasanya menjadi dasar pelaksanaan distribusi air bersih.
Salah satu wilayah yang telah terdampak kekeringan adalah Desa Deru, Sumberrejo. Dalam sepekan terakhir, sejumlah dusun di desa tersebut mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Plt Kalaksa BPBD Bojonegoro Heru Wicaksono mengatakan bahwa pihaknya segera melakukan asesmen setelah menerima laporan dari Pemerintah Desa Deru yang mengajukan permohonan bantuan air bersih.
“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan peninjauan dan asesmen di lokasi. Hasilnya, kami telah mendistribusikan bantuan air bersih ke satu dusun yang terdiri dari dua RT. Masing-masing RT menerima 5.000 liter air bersih,” ujar Heru, Selasa (9/6).
Heru menjelaskan distribusi air bersih tersebut dilakukan meskipun SK Status Kekeringan dari Bupati Bojonegoro belum diterbitkan. Menurutnya, usulan penerbitan SK baru diajukan pada hari yang sama.
“Untuk sementara, pengiriman air bersih yang kami lakukan lebih didasarkan pada pertimbangan kemanusiaan karena masyarakat memang sudah membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Distribusi air bersih ke Desa Deru ini menjadi penyaluran perdana yang dilakukan BPBD Bojonegoro pada musim kemarau tahun ini. BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan dan siap memberikan bantuan apabila diperlukan. (*)








