Bupati Fawait Kaget Tambak Udang Menjamur di Pesisir Selatan Jember, Ironi Ekonomi Warga Tak Berubah

oleh -151 Dilihat
Salah satu tambak di pesisir selatan Jember. (Foto: Ist)
Salah satu tambak di pesisir selatan Jember. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jember – Bupati Jember Muhammad Fawait, mengaku terkejut melihat maraknya tambak udang vaname yang menjamur di sepanjang garis pantai selatan Jember. Pasalnya, keberadaan industri tersebut dinilai minim kontribusi terhadap pengentasan kemiskinan warga lokal.

Padahal, kawasan pesisir selatan Jember tengah diproyeksikan sebagai motor penggerak ekonomi baru. Langkah ini didukung oleh rencana Pemerintah Pusat untuk melanjutkan proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) yang sempat mangkrak di beberapa titik.

Pria yang akrab disapa Gus Fawait ini mengungkapkan, setelah melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat, pembangunan JLS dipastikan berlanjut pada tahun 2026 dan ditargetkan rampung awal 2029.

“JLS adalah salah satu daya ungkit ekonomi kita karena membentang di sepanjang pantai selatan. Ini potensi luar biasa jika dimaksimalkan,” ujar Gus Fawait saat dikonfirmasi, Kamis (28/5).

Namun, potensi tersebut berbanding terbalik dengan realita di lapangan. Gus Fawait menyayangkan banyaknya tambak udang vaname yang berdiri persis di bibir pantai, mulai dari Kecamatan Kencong, Gumukmas, hingga Puger.

Ia menilai kondisi ini sebagai sebuah ironi. Semestinya, geliat ekonomi skala besar mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat sekitar. Namun yang terjadi, wilayah pesisir tersebut justru masih masuk dalam peta kantong kemiskinan.

“Di sini ada tambak, tetapi masyarakat pesisir malah masuk kategori miskin. Tidak ada kontribusi ekonomi ke masyarakat. Jadi, kemungkinan besar mereka (pengusaha tambak) tidak memiliki izin pendirian,” tegasnya.

Menyikapi dugaan tersebut, Gus Fawait menegaskan akan mengusut tuntas legalitas tambak-tambak udang tersebut melalui tim gabungan yang telah dibentuk Pemkab Jember.

“Ini pasti kita perdalam. Kami sudah memiliki tim gabungan yang nantinya akan mengkaji khusus masalah tambak udang ini agar semuanya menjadi jelas,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.