KabarBaik.co, Nganjuk – Persaingan perebutan jabatan elit di lingkup Pemerintah Kabupaten Nganjuk mendadak diguncang kejutan besar.
Teka-teki mengenai siapa saja jawara yang berhasil menembus posisi puncak untuk mengisi lowongan jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Nganjuk kini memicu ketegangan baru di koridor kekuasaan.
Melalui keputusan krusial yang ditandatangani langsung oleh Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Anom Surahno, tirai persaingan ketat ini resmi dibuka.
Fokus publik seketika tersedot total pada takhta Dinas PUPR, sebuah dinas strategis yang mengendalikan kucuran anggaran raksasa hingga ratusan miliar rupiah.
Di atas kertas, Sekretaris PUPR Nganjuk, Onny Supriyono, melesat bagai meteor di posisi teratas dengan mencetak angka fantastis sebesar 85.10.
Namun, posisi Onny jauh dari kata aman. Teror nyata datang dari Daans Fritsam Aponno, sang Kabag Pengadaan Barang dan Jasa, yang menempel ketat di posisi kedua dengan nilai mentereng 83.53.
Menutup barisan elite ini, Sekretaris Satpol PP, Hany Adi Nugroho, mengintai tajam di posisi ketiga dengan modal nilai 78.52.
Pertarungan ini menjadi sangat liar karena ketiganya bukanlah orang sembarangan. Mereka adalah para “alumni” Dinas PUPR yang memiliki rekam jejak super mirip dan pernah menguasai berbagai bidang di sana, meskipun saat ini kedua kandidat sedang berdinas di luar lingkaran infrastruktur.
Kini, nasib proyek ratusan miliar di Kabupaten Nganjuk berada di ujung tanduk keputusan sang penguasa. Angka tinggi Onny Supriyono belum menjamin kemenangan mutlak, sebab di balik panggung, komunikasi politik tingkat tinggi yang sangat serius sedang berjalan.
Akankah takhta emas ini jatuh kepada sang pemilik nilai tertinggi, sosok yang lihai bermanuver lintas sektoral, ataukah figur yang dikenal paling tunduk dan setia pada perintah atasan (Sendiko Dawuh).
Publik kini menahan napas menunggu ketukan palu terakhir dari penguasa daerah berjuluk Bumi Anjuk Ladang tersebut.






