KabarBaik.co – Komitmen Bupati Jember, Gus Fawait kepada sektor pendidikan kembali ditekankan sebagai fondasi utama kebangkitan daerah.
Hal ini ia sampaikan saat menutup rangkaian kegiatan Guse Menyapa di Kecamatan Sukowono, dalam agenda Shalawat Kampung yang dihadiri ratusan ibu-ibu majelis sholawat.
Bupati Fawait membuka dengan menggarisbawahi kekuatan doa kaum ibu.
“Emak-emak, saya masih ingat dengan doanya anda semua. Doa emak-emak itu manjur, karena sebelum berdoa, ojo lali moco sholawat (jangan lupa membaca sholawat),” kata Gus Fawait, Selasa (11/11).
Menurutnya, doa yang diawali dengan sholawat memiliki kekuatan luar biasa untuk menembus penghalang antara manusia dan Sang Pencipta.
“Kadang kita tidak sadar bahwa doa itu manjur, karena ada penghalang antara kita dan Allah. Tapi kalau sebelum berdoa kita bersholawat, doa itu pasti sampai. Dan kalau sudah sampai, InsyaAllah dikabulkan,” jelasnya.
Gus Fawait juga menegaskan bahwa kaum ibu memegang peranan vital sebagai benteng keluarga dan penentu masa depan generasi muda.
“Emak-emak adalah penentu bagi masa depan anak-anak kita. Kalau ibunya rajin berdoa dan bersholawat, InsyaAllah anaknya tumbuh menjadi sholeh dan sholehah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci utama untuk mengangkat derajat manusia dan membangun peradaban bangsa.
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Maka, tidak ada jalan yang lebih utama selain menuntut ilmu,” tegasnya.
Komitmen ini dibuktikan dengan implementasi program beasiswa terbesar dalam sejarah Kabupaten Jember yang saat ini sedang berjalan.
“Kalau dulu jumlahnya hanya sedikit, sekarang kami memberikan beasiswa kepada 20 ribu anak-anak Jember untuk kuliah gratis di seluruh Indonesia. Tahun ini saja, kuotanya 8.000, dan yang daftar mencapai 17.000. Ini bukti bahwa semangat belajar anak-anak Jember luar biasa,” papar Gus Fawait.
Gus Fawait mengajak masyarakat untuk terus memelihara semangat kebersamaan dalam mendidik generasi penerus.
“Mari kita doakan anak-anak kita agar menjadi generasi berilmu dan berakhlak. Karena pendidikan bukan hanya jalan menuju pekerjaan, tapi jalan menuju kemuliaan,” pungkasnya. (*)






