KabarBaik.co, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meminta jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas penegakan peraturan daerah, termasuk saat memberantas barang kena cukai ilegal.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelaksana Kegiatan Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal di Sunrise Hotel.
Ning Ita menegaskan Satpol PP merupakan wajah Pemerintah Kota Mojokerto yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, setiap tugas penertiban dan penegakan hukum harus dilakukan secara santun namun tetap tegas.
“Ketika menjalankan tugas penertiban dan penegakan hukum, lakukan dengan humanis, sopan tetapi tegas. Bukan arogan atau marah-marah,” kata Ning Ita. Rabu (10/6).
Menurutnya, pendekatan persuasif dalam penegakan aturan akan lebih mudah diterima masyarakat tanpa mengurangi kewibawaan aparat. Sikap tersebut juga mencerminkan integritas pemerintah dalam menegakkan hukum sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ning Ita mengingatkan setiap personel Satpol PP tidak hanya membawa nama pribadi saat bertugas, tetapi juga membawa citra Pemerintah Kota Mojokerto.
“Ketika turun ke masyarakat, bukan hanya membawa diri sendiri, tetapi membawa wajah Pemkot,” ujarnya.
Kegiatan peningkatan kapasitas tersebut merupakan salah satu program yang didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kota Mojokerto.
Selain mendukung upaya pemberantasan barang kena cukai ilegal, dana DBHCHT juga digunakan untuk pembiayaan jaminan kesehatan masyarakat dan berbagai program pemberdayaan masyarakat.






