KabarBaik.co, Mojokerto – Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa meminta seluruh perangkat desa dan aparatur sipil negara (ASN) di tingkat kecamatan untuk lebih cermat dalam mengawal program pembangunan dan perlindungan sosial di wilayahnya. Menurutnya, keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada koordinasi yang baik dari tingkat dusun hingga kabupaten.
Pesan tersebut disampaikan Gus Bupati, sapaan akrab Muhammad Albarraa, saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Kepala Dusun dalam Rangka Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Hotel Royal Trawas.
Dalam arahannya, Gus Bupati menyoroti masih adanya usulan pembangunan yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan akibat kurang optimalnya komunikasi dan koordinasi antar jenjang pemerintahan desa.
“Ada suatu desa yang mengajukan perbaikan jalan. Setelah kami survei, ternyata jalannya sudah bagus. Justru ada jalan rusak di salah satu dusun yang tidak diusulkan. Proposal itu akhirnya kami kembalikan untuk direvisi. Ini menunjukkan pentingnya komunikasi dan koordinasi,” ujarnya, Rabu (24/6).
Ia meminta para kepala dusun untuk lebih aktif menyampaikan kondisi riil wilayahnya kepada kepala desa agar setiap program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur, Bupati Albarraa juga menekankan pentingnya akurasi data penerima bantuan sosial. Menurutnya, proses pendataan yang dimulai dari tingkat dusun menjadi faktor utama agar berbagai program pemerintah tepat sasaran.
Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, Jaminan Kesehatan Nasional Penerima Bantuan Iuran (JKN-PBI), bantuan pemberdayaan UMKM, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), perizinan usaha, sertifikasi halal hingga subsidi energi.
“Saya ingin semua bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Masyarakat desil 1 sampai 4 harus mendapatkan bantuan sesuai ketentuan. Jangan sampai ada warga dengan kondisi ekonomi sudah mapan justru masih tercatat sebagai penerima bantuan,” tegasnya.
Ia mencontohkan kondisi di lapangan yang dinamis, seperti warga yang sebelumnya tergolong miskin kemudian mengalami peningkatan kesejahteraan setelah menjual lahan kepada industri dan mengembangkan usaha. Karena itu, pembaruan data harus dilakukan secara rutin.
“Data harus terus diperbarui, minimal mingguan bahkan harian jika memang ada perubahan signifikan di masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Gus Bupati juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kelompok masyarakat kelas menengah rentan atau aspiring middle class. Kelompok ini dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi, namun rentan terdampak inflasi, kenaikan biaya pendidikan dan kesehatan, hingga risiko kehilangan pekerjaan.
“Masyarakat kelas menengah ini sering berada pada posisi yang rawan. Mereka memang berada di atas garis kemiskinan, tetapi sangat rentan terhadap berbagai tekanan ekonomi. Karena itu saya berharap kita semua ikut memperhatikan kondisi mereka,” pungkasnya.






