KabarBaik.co, Pasuruan – Pemerintah Kota Pasurua bakal membuat skema baru untuk mengurai kemacetan akibat penutupan Jembatan Buk Wedi. Seluruh kendaraan angkutan barang bertonase besar akan diarahkan masuk jalan tol selama proses perbaikan jembatan berlangsung.
Kebijakan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar Pemkot Pasuruan bersama sejumlah pihak terkait, hingga pengelola jalan tol dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo mengatakan, pengalihan kendaraan berat ke jalur tol menjadi solusi untuk mengurangi beban jalan arteri kota yang selama ini mengalami peningkatan volume kendaraan sejak proyek Jembatan Buk Wedi berjalan.
“Setelah evaluasi bersama, diputuskan kendaraan berat harus dialihkan ke jaringan tol,” ujar Mas Adi sapaan akrabnya, Rabu (24/6).
Namun, Pemkot Pasuruan menyadari kebijakan tersebut berpotensi menambah biaya operasional bagi pengusaha angkutan, salah satu persoalan yang muncul adalah tarif tol yang dinilai cukup tinggi.
Karena itu, Pemkot Pasuruan mengusulkan adanya keringanan tarif hingga 50 persen bagi kendaraan angkutan barang yang masuk tol selama masa rekayasa lalu lintas.
“Kami sudah membuka komunikasi dengan PT Jasa Marga terkait usulan diskon tarif, dari pihak operator akan mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan manajemen pusat,” jelasnya.
Menurutnya tarif kendaraan besar golongan III hingga V dari Gerbang Tol Rembang menuju Grati saat ini berada di kisaran Rp 57 ribu, jika diskon 50 persen disetujui, biaya perjalanan dapat ditekan menjadi sekitar Rp 27 ribu.
Selain pengaturan kendaraan besar, Pemkot Pasuruan juga menyiapkan titik penyekatan dan pengawasan arus. Penjagaan akan difokuskan di kawasan industri PIER untuk kendaraan dari arah barat menuju Gerbang Tol Rembang serta simpang Grati untuk kendaraan dari arah timur.
Dinas perhubungan juga akan melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik, termasuk pengaturan arus keluar tol menuju pusat kota agar tidak terjadi antrean panjang.
Sebelumnya, proyek perbaikan Jembatan Buk Wedi di Jalan Ir. H. Juanda masih terus berjalan. Hingga saat ini progres pembangunan tercatat mencapai 26,16 persen.
Proyek yang semula ditargetkan selesai November 2026 itu diupayakan dipercepat menjadi Oktober 2026 karena dampak kemacetan yang dirasakan masyarakat.






