KabarBaik.co, Surabaya – Kecelakaan kerja tragis menimpa pekerja pembersih gedung di kawasan Jl. Pakuwon Indah Lontar Timur, Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, pada Senin (2/3) siang. Dua orang pekerja terjebak di atas gondola yang terombang-ambing akibat cuaca ekstrem.
Peristiwa ini dilaporkan pada pukul 14.22 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya memberangkatkan unit Rescue Wiyung pada pukul 14.23 WIB dan tiba di lokasi kejadian (Ascott Waterplace) hanya lima menit kemudian untuk segera melakukan koordinasi evakuasi.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim, mengonfirmasi bahwa salah satu dari pekerja tersebut dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Jadi yang satu sudah terevakuasi, dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah kondisi masih sadar,” ujar Rokhim saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, awalnya terdapat dua unit gondola yang sedang beroperasi. Gondola pertama yang berisi dua pekerja berhasil turun dengan selamat hingga ke lantai dasar saat cuaca memburuk.
Namun, nasib nahas menimpa gondola kedua. Saat berada di ketinggian lantai 26, gondola tersebut mengalami kendala teknis dan terhenti. Kondisi diperparah dengan tiupan angin kencang yang disertai hujan lebat, menyebabkan unit gondola terpontang-panting di udara.
Tim Rescue dari DPKP Kota Surabaya mengerahkan total 3 unit (termasuk Tim Rescue Wiyung) untuk melakukan proses penyelamatan yang berlangsung dramatis. Evakuasi baru dinyatakan selesai pada pukul 17.25 WIB karena terkendala faktor cuaca dan ketinggian.
Dalam insiden ini, terdapat dua korban dari gondola kedua:
Ribut Boediyanto, 56 tahun, warga Tambak Wedi Baru. Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup dan segera dirujuk ke RS William Booth untuk mendapatkan perawatan medis.
Eddy Suparno, 51 tahun, warga Tambak Wedi Baru. Korban dinyatakan meninggal dunia. Diduga korban terpental keluar dari gondola saat unit tersebut terombang-ambing keras oleh angin di lantai 26.
Penanganan kecelakaan ini melibatkan berbagai unsur terpadu, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, BPBD Kota Surabaya, Kepolisian, TGC Pakis, Posko Terpadu Pakis, serta Dinas Sosial.
Hingga berita ini diturunkan, area di sekitar lokasi masih dalam pengawasan petugas guna memastikan keamanan konstruksi gondola dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian terkait standar keselamatan kerja di lokasi tersebut.(*)








