DKPP Bojonegoro Sidak Gudang Penyangga Pupuk Jelang Masa Tanam Padi Pertama

oleh -109 Dilihat
WhatsApp Image 2025 04 25 at 13.25.50
Sejumlah petugas dari Pemkab Bojonegoro dan Kodim 0813 Bojonegoro ke gudang pupuk. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersama Kodim 0813 Bojonegoro melakukan inspeksi mendadak ke Gudang Penyangga Pupuk di Kecamatan Sumberjo. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stok pupuk saat masa tanam pertama pada tahun ini dalam kondisi aman.

Dalam sidak tersebut, rombongan ditemui langsung oleh kepala Gudang Penyangga Pupuk, Anwar. Anwar mengatakan bahwa stok pupuk berbagai jenis di Gudang Penyangga Pupuk dalam kondisi aman untuk masa tanam (MT) 1 di tahun 2025 ini dengan stok 3.763,508 ton. “Stok pupuk tersebut terdiri dari pupuk urea sebanyak 1.698,568 ton, NPK sebanyak 2.034,02 ton, dan petroganik sebanyak 30,920 ton,” jelas Anwar, Jumat (25/4).

Sementara itu, Plt Kepala DKPP Bojonegoro, Zainal Fanani menegaskan bahwa info yang menyebut terjadi kelangkaan pupuk di Bojonegoro sama sekali tidak benar. Menurutnya, alokasi pupuk pada tahun ini dengan penyerapan pupuk MT 1 masih sekitar 16,8 persen. “Hasil sidak di Gudang Penyangga Pupuk Petrokimia Baureno masih ada stok 3.763,508 ton. Berarti masih sangat aman,” Paparnya.

Zainal meminta masyarakat agar tidak perlu khawatir terhadap stok pupuk di masa tanam pertama ini. “Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan klarifikasi terkait ketersediaan pupuk di wilayah Sumberrejo dan membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh para petani. Dengan demikian, diharapkan para petani dapat memperoleh pupuk dengan lebih mudah dan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 734/KPTS/SR.30/M/09/2022. Harga pupuk urea per kg Rp 2.250, pupuk NPK phonska per kg Rp 2.300, pupuk NPK untuk kakao per kg Rp 3.300.

Sementara itu, salah seorang pemilik kios pupuk di Desa Ngampal Sungkowo yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa penyerapan 100 persen sudah dilakukan oleh petani. “Sudah 100 persen penyerapannya dan sudah terpenuhi,” ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.