Forum Jurnalis Televisi Bojonegoro Desak Prabowo Minta Maaf usai Sebut Wartawan ‘Londo Ireng’

oleh -67 Dilihat
IMG 3497
Presiden Prabowo memberikan pidato sambutan dalam kegiatan Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Maria Cicilia Galuh)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Forum Jurnalis Televisi Bojonegoro (FJTB) mendesak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers setelah menyebut wartawan sebagai bagian dari kelompok ‘londo ireng’ dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ketua FJTB Bambang Yulianto menilai penggunaan istilah tersebut berpotensi mendiskreditkan profesi jurnalis yang selama ini menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Menurutnya, kritik yang disampaikan media merupakan bagian dari tugas pers untuk mengawasi penyelenggaraan negara, bukan bentuk keberpihakan kepada kepentingan asing.

“Sebaiknya Presiden melakukan introspeksi, bukan justru sibuk mencari kambing hitam,” ujar Bambang Yulianto, yang akrab disapa Eeng, Jumat (24/7).

Jurnalis Metro TV itu menilai metafora yang digunakan Presiden tidak tepat karena dapat dimaknai sebagai tuduhan bahwa wartawan lebih membela kepentingan pihak asing daripada kepentingan bangsa.

Eeng menegaskan jurnalis bekerja berdasarkan fakta dan kepentingan publik. Karena itu, pemberitaan yang mengungkap berbagai persoalan, termasuk evaluasi terhadap program-program pemerintah, seharusnya dipandang sebagai kritik yang konstruktif.

“Daripada menyerang pembawa berita, Presiden lebih baik memperbaiki fakta yang buruk, misalnya dengan memperbaiki tata kelola MBG, KDMP, dan seterusnya,” katanya.

Ia juga menilai penyematan istilah ‘londo ireng’ kepada wartawan merupakan tuduhan yang tidak berdasar. Menurutnya, fungsi pers dalam negara demokrasi adalah menyampaikan fakta sekaligus menjalankan kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah.

Eeng bahkan membandingkan pernyataan Presiden dengan komentar bernada merendahkan terhadap wartawan yang pernah disampaikan pengacara Hotman Paris Hutapea. Karena itu, FJTB meminta Presiden menarik ucapannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh insan pers.

“Apa yang salah jika wartawan meletakkan potret kebobrokan program pemerintah di halaman pertama media tempatnya bekerja? Itulah fungsi pers sebagai kontrol sosial,” tegasnya.

Menurut Eeng, wartawan memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa, mulai dari menyebarluaskan informasi pada masa perjuangan kemerdekaan hingga menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat saat ini.

“Sejarah kemerdekaan bangsa ini juga disebarluaskan oleh wartawan. Begitu pula berbagai program pemerintah yang baik dapat diketahui masyarakat melalui karya jurnalistik,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam pidato puncak Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7), Presiden Prabowo Subianto menyebut masih ada “londo ireng” pada masa kini. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan pihak-pihak yang dinilai lebih mengabdi kepada kepentingan asing dibandingkan kepentingan bangsa sendiri.

“Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng yang ikut Belanda perang melawan kita,” kata Prabowo.

Dalam pidato yang sama, Presiden menyebut kelompok tersebut berasal dari berbagai kalangan, termasuk wartawan, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Ia juga mengkritik sebagian media yang dinilai lebih banyak menyoroti kekurangan pemerintah, seperti memberitakan sekolah yang belum diperbaiki, dibandingkan pembangunan puluhan ribu sekolah yang telah dilakukan pemerintah.

Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan dari kalangan jurnalis. Mereka menilai kritik dan pemberitaan yang berimbang merupakan bagian dari fungsi pers dalam menjalankan kontrol sosial serta menjaga kehidupan demokrasi di Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.