KabarBaik.co – Yayasan Generasi Putra Bangsa Nasional bersama para relawan dari Pro Garda Indonesia Bersatu (PROGIB), secara resmi membuka Satuan Pelayanan Penanganan Gizi (SPPG) di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
Acara grand opening dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, seperti Dandim 0819/Pasuruan Letkol Inf Boga Bramiko, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi Gerindra Juma’in,serta Ketua SPPG Atik Normalinda.
Dalam sambutannya, Dandim 0819/Pasuruan, Letkol Inf Boga Bramiko, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto ini. Ia mengungkapkan, SPPG Kertosari merupakan yang ke-40 lebih di wilayah Pasuruan, dengan target akan bertambah hingga sekitar 150 unit.
“Program ini sudah berjalan lebih dari setahun dan akan terus mengalir, tujuan akhirnya adalah agar seluruh penerima manfaat di Pasuruan tercukupi oleh layanan SPPG,” ujar Dandim Boga Bramiko, Sabtu (10/1).
Dandim menekankan pentingnya kolaborasi dan kualitas dalam pelaksanaan program. Ia menyoroti peran vital setiap relawan, mulai dari pengelola dapur hingga yang bertugas mencuci peralatan, untuk memastikan makanan yang disajikan steril, bergizi, dan disukai anak-anak.
“Bekerjalah dengan hati. Outputnya adalah menu makanan yang enak, bergizi, dan menyenangkan bagi anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui, sehingga kedatangan mobil pengantar makanan dinanti-nanti seperti ‘mobil senyum’,” pesannya.
Menanggapi sejumlah pemberitaan negatif di media sosial terkait insiden tertentu pada program SPPG, Dandim Boga Bramiko mengajak semua pihak untuk melihat capaian program secara utuh.
“Itu artinya tingkat keberhasilannya 99,9997 persen. Tidak ada program di dunia yang mendekati kesempurnaan 100 persen. Presiden kita ingin menyentuh lapisan terdalam masyarakat. Mari kita viralkan kebahagiaan anak-anak yang tercukupi gizinya,” ajaknya.
Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi dua arah antara pengelola SPPG dan penerima manfaat. Kritik atau masukan dari guru atau orang tua murid disebutnya sebagai “surat cinta” yang berharga untuk perbaikan layanan.
Ke depan, Dandim menyampaikan akan ada aturan baru untuk lebih memberdayakan ekonomi lokal, seperti penggunaan kemasan produk UMKM setempat dan pengembangan Koperasi Merah Putih di setiap desa. .
“Peluang ini sangat terbuka. Berapapun kemampuan masyarakat, baik dalam memproduksi telur, sayur, atau bahan lainnya, akan diserap oleh kebutuhan SPPG yang terus berkembang,” pungkasnya. (*)









