KabarBaik.co – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih waspada dan membangun kesadaran kolektif terhadap potensi bencana alam, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan. Hal ini disampaikan saat dirinya mengunjungi rumah duka korban longsor Pacet-Cangar di Sidoarjo pada Minggu (6/4) malam.
Menurut Gus Ipul, bencana alam seperti gunung meletus dan tanah longsor bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba tanpa pertanda. Ia menyebut bahwa sebenarnya terdapat tanda-tanda alam yang bisa diamati apabila masyarakat lebih cermat dan waspada.
“Kalau gunung itu lebih bisa diketahui ya. Sebelumnya kan ada status waspada, satu, dua sampai status awas, setelah itu baru evakuasi. Jadi kalau gunung berapi itu kita bisa mengukur dari awal,” jelasnya.
Ia menambahkan, tanah longsor pun sejatinya bisa diantisipasi jika masyarakat mampu membaca pertanda-pertanda kecil yang sering kali muncul sebelum bencana terjadi.
“Kalau kita cermat, ada tanda-tanda seperti binatang keluar dari sarangnya, atau muncul longsoran kecil. Itu semua adalah isyarat alam yang harus kita perhatikan,” ungkapnya.
Gus Ipul menilai bahwa teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini sudah cukup mampu memprediksi kemungkinan bencana. Misalnya dalam hal cuaca, masyarakat bisa mengetahui potensi hujan lebat, banjir, atau kondisi ekstrem lainnya melalui prakiraan yang berbasis data dan ekologi.
“Sekarang ini hujan besok, banjir besok, itu bisa dikalkulasi lewat perhitungan dan ekologi. Jadi bukan tidak bisa diprediksi. Yang penting bagaimana kita menyikapinya,” tegas mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu.
Ia juga menekankan bahwa meskipun bencana merupakan kehendak Tuhan yang tidak bisa dihindari sepenuhnya, namun manusia tetap punya tanggung jawab untuk mempersiapkan diri dan melakukan langkah-langkah pencegahan semaksimal mungkin.
“Ini adalah musibah. Takdir memang tidak bisa kita tolak, tapi kita bisa belajar darinya agar tidak terulang,” ujarnya.
Untuk itu Gus Ipul mengajak semua pihak untuk terus membangun budaya waspada dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Mari kita tumbuhkan kesadaran bersama bahwa kita hidup di wilayah rawan bencana. Waspada dan cermat itu kuncinya. Dengan begitu, upaya pencegahan bisa jauh lebih efektif ke depannya,” pungkasnya. (*)






