Hasil China Open 2026: Putri KW Tersingkir dan Kutukan Tunggal Putri Berlanjut 40 Tahun

oleh -229 Dilihat
MIYAZAKI e1784894264311
Tomoka Miyazaki

KabarBaik.co, China — Harapan Indonesia untuk mengakhiri penantian panjang di China Open kembali kandas. Setelah sempat membuka asa dengan merebut gim pertama, Putri Kusuma Wardani (Putri KW) akhirnya harus mengakui keunggulan tunggal putri Jepang Tomoka Miyazaki pada perempat final China Open 2026.

Kekalahan ini sekaligus memastikan tidak ada lagi wakil Indonesia dari sektor tunggal yang tersisa menuju babak final.

Putri KW menyerah dalam tiga gim dengan skor 21-16, 11-21, 9-21, Jumat (24/7) sore WIB. Sempat tampil meyakinkan di gim pembuka, pemain Indonesia itu kehilangan kendali setelah Miyazaki mengubah pola permainan menjadi lebih agresif dan cepat.

Pada gim kedua, Miyazaki mulai mengambil alih jalannya pertandingan. Pemain Jepang berusia 20 tahun itu yang dikenal memiliki kecepatan kaki luar biasa itu terus menekan Putri dengan tempo tinggi, memaksa reli berjalan sesuai keinginannya. Momentum tersebut berlanjut pada gim ketiga ketika Miyazaki tampil semakin percaya diri dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 21-9.

Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena Putri KW sebelumnya memiliki peluang besar menciptakan kejutan. Tunggal putri berusia 24 tahun ini berhasil menunjukkan bahwa dirinya mampu mengimbangi salah satu talenta muda terbaik Jepang dengan merebut gim pertama. Namun, perubahan strategi Miyazaki membuat Putri kesulitan menemukan kembali ritme permainan terbaiknya.

Tersingkirnya Putri KW melengkapi hasil kurang menggembirakan Indonesia di China Open 2026. Sebelumnya, sektor tunggal putra juga kehilangan wakil setelah Jonatan Christie harus terhenti di babak perempat final.

Jonatan gagal melewati perlawanan pebulutangkis muda Kanada Victor Lai, yang tampil penuh percaya diri dan menciptakan kejutan besar di turnamen level Super 1000 tersebut.

Dengan dua kekalahan tersebut, Indonesia dipastikan tanpa wakil di babak semifinal hingga final China Open 2026 untuk sektor single. Hasil ini menjadi pukulan bagi skuad Merah Putih yang datang dengan harapan besar untuk bersaing di salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender BWF.

Baca Juga: Juara China Open dari Masa ke Masa: 39 Tahun Tunggal Putri Indonesia Belum Pernah Podium

Kegagalan Putri KW juga memperpanjang catatan kelam tunggal putri Indonesia di China Open. Sejak turnamen ini digelar pada 1986, belum ada satupun pemain tunggal putri Indonesia yang mampu keluar sebagai juara. Artinya, penantian Indonesia untuk mengangkat gelar tunggal putri di China Open telah berlangsung selama empat dekade.

Padahal, sektor tunggal putri Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tanda-tanda kebangkitan melalui kehadiran pemain seperti Putri KW, Gregoria Mariska Tunjung, dan sejumlah pemain muda lainnya. Namun, tantangan dari dominasi negara-negara kuat seperti Jepang, Korea Selatan, dan China masih menjadi pekerjaan besar.

Pertandingan melawan Miyazaki menjadi gambaran bahwa level elite dunia membutuhkan konsistensi selama tiga gim penuh. Putri KW mampu menunjukkan kualitas saat mengontrol permainan, tetapi harus mengatasi tantangan terbesar: menjaga intensitas ketika lawan mulai mengubah tempo.

Baca Juga: 75 Tahun PBSI: Jejak Langkah Para Pemimpin di Balik Tradisi Emas Indonesia

Sementara itu, Miyazaki kembali membuktikan mengapa dirinya disebut sebagai salah satu calon bintang besar tunggal putri dunia. Di usia muda, ia menunjukkan kemampuan membaca pertandingan dan melakukan penyesuaian strategi di tengah laga.

Bagi Indonesia, China Open 2026 terbilang berakhir dengan mendung. Namun, dari pertarungan Putri KW melawan Miyazaki, terlihat bahwa persaingan generasi baru tunggal putri Asia semakin ketat dan Indonesia masih harus bekerja keras untuk memutus penantian panjang yang telah berlangsung selama 40 tahun. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.