Idul Adha di Bumi Gora Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial dan Persaudaraan

oleh -105 Dilihat
IMG 20260527 WA0019
Sholat Idul Adha di Lapangan Bumi Gora kantor Gubernur NTB. (Foto: Arief Rahman) 

KabarBaik.co, Mataram – Ribuan umat Islam memadati Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB dalam pelaksanaan salat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5). Momentum hari raya kurban itu tidak hanya menjadi agenda ibadah tahunan, tetapi juga seruan memperkuat kepedulian sosial, persaudaraan, dan nilai kesetaraan di tengah masyarakat.

Sejak pagi hari, jamaah dari berbagai wilayah di Kota Mataram dan sekitarnya mulai berdatangan memenuhi halaman Kantor Gubernur NTB. Suasana khusyuk dan religius menyelimuti pelaksanaan salat Idul Adha yang diikuti ribuan warga bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTB.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, hadir bersama pimpinan OPD lingkup Pemprov NTB mengikuti pelaksanaan ibadah bersama masyarakat. Sebelum pelaksanaan salat dimulai, Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, mewakili Gubernur NTB mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial dan semangat berbagi terhadap sesama.

Menurutnya, Idul Adha mengandung pesan penting tentang kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT tanpa membedakan jabatan, kekayaan, maupun latar belakang sosial. “Momentum Idul Adha harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat kepedulian sosial, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Bertindak sebagai imam salat yaitu Dr. TGH. Sabarudin Abdurrahman, sementara khutbah Idul Adha disampaikan Dr. TGH Muslihuddin Mustaqim. Dalam khutbahnya, TGH Muslihuddin menekankan pentingnya meneladani keikhlasan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Menurutnya, ibadah kurban tidak sekadar penyembelihan hewan, tetapi mengandung nilai pengorbanan, kasih sayang, dan kepedulian sosial yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. “Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS telah memberikan teladan agung tentang keikhlasan dan ketaatan. Pengorbanan yang mereka lakukan semata-mata karena menjalankan perintah Allah SWT,” katanya.

Ia juga menyoroti makna kesetaraan yang tercermin dalam ibadah haji, ketika seluruh umat Islam berdiri sejajar tanpa sekat status sosial maupun kekuasaan. “Ibadah haji mengajarkan bahwa manusia itu setara. Tidak ada perbedaan antara pejabat dan rakyat biasa, antara kaya dan miskin. Semua sama di hadapan Allah SWT,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa hakikat kurban adalah menghadirkan kepedulian sosial melalui sikap saling berbagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan. “Hakikat kurban adalah menghadirkan kepedulian sosial. Ketika kita berbagi dengan saudara-saudara yang membutuhkan, maka nilai kasih sayang dan keadilan sosial hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Pelaksanaan salat Idul Adha di Lapangan Bumi Gora berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan hingga akhir kegiatan. Salah seorang jamaah, Muhammad Ali, warga Karang Kelok, mengaku bersyukur dapat melaksanakan Shalat Idul Adha bersama masyarakat di halaman Kantor Gubernur NTB. “Alhamdulillah suasananya khusyuk dan penuh kebersamaan. Semoga tahun depan semakin baik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Farida, warga Kampung Jawa, yang berharap pelaksanaan Shalat Idul Adha di Bumi Gora terus ditingkatkan agar jamaah semakin nyaman dalam beribadah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.