Isu Beras Oplosan Turunkan Penjualan di Pasar Malang, Harga Premium Masih di Atas HET

oleh -132 Dilihat
WhatsApp Image 2025 07 17 at 15.58.58 scaled
Beras kemasan 5 kg yang dikemas pasaran. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Isu beras oplosan yang viral di media sosial mulai berdampak nyata di pasar-pasar tradisional Kota Malang. Sejumlah pedagang mengeluhkan penurunan penjualan, terutama untuk merek-merek beras kemasan yang diduga terlibat dalam praktik pengoplosan.

Kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan pangan mendorong peralihan minat konsumen ke beras lokal dari Kediri dan Malang yang dinilai lebih terpercaya. Saat ditemui, Supriyono, pedagang beras di Pasar Bunulrejo, Kota Malang, menyebut tren penurunan pembelian mulai terjadi sejak isu beras oplosan ramai diperbincangkan warganet.

”Beberapa merek sudah kehilangan kepercayaan konsumen. Animo pembeli menurun karena terpengaruh oleh beras oplosan yang viral di media sosial,” ujar Supriyono, Kamis (17/7).

Meski stok dari distributor masih aman, lanjut Supriyono, daya beli masyarakat malah menurun. Terlebih karena berbarengan dengan pengeluaran besar saat tahun ajaran baru. “Banyak pelanggan bilang harus berhemat karena habis bayar sekolah anak. Mereka cari beras yang harganya Rp 65 ribuan per lima kilo,” jelasnya.

Di tengah situasi ini, harga beras premium di Kota Malang masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) zona 1 yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Rp 14.900/kg). Hasil pantauan di lapangan menunjukkan harga eceran beras premium berkisar Rp 15.666 hingga Rp 16.000/kg.

Berikut contoh harga beras premium di pasaran:

– Beras Mentari           : Rp77.000 per 5 kg

– Beras Sania               : Rp78.000 per 5 kg

– Beras Fortune           : Rp77.000 per 5 kg

Kondisi ini membuat konsumen beralih ke beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SHPH) yang dikelola Bulog. Namun, di sejumlah pasar rakyat, beras SHPH dilaporkan sudah tidak tersedia.

Sejumlah pedagang berharap pemerintah segera melakukan intervensi, baik dari sisi harga maupun distribusi. Salah satu usulan yang mengemuka adalah penetapan harga maksimal Rp 75.000 per 5 kg untuk beras premium. “Harga segitu sudah cukup ideal. Petani tetap untung, pedagang juga bisa jalan. Yang penting stabil,” kata Supriyono.

Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyatakan pihaknya akan menelusuri jalur distribusi beras di pasar-pasar tradisional.

“Kami akan pantau peredaran beras dan menelusuri suplai dari distributor. Jika ditemukan indikasi beras oplosan, akan kami tindak lanjuti bersama dinas terkait,” tegas Eko.

Menurut Eko, koordinasi dengan lembaga pengawasan pangan dan perlindungan konsumen juga akan diperkuat demi menjaga stabilitas pasar dan mengembalikan kepercayaan masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.