Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Wamentan Sudaryono Gaspol Swasembada Bawang Putih

oleh -122 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 14 at 11.56.01
Wamentan Sudaryono saat memberikan keterangan pers di Jakarta. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menegaskan komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengembalikan Indonesia swasembada bawang putih dengan memulai langkah strategis dari sektor paling mendasar, yakni pembibitan. Menurutnya, fase pembibitan menjadi fondasi utama kebangkitan produksi bawang putih dalam negeri.

Wamentan Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan bawang putih sebagai salah satu komoditas prioritas swasembada. Arahan tersebut kini diterjemahkan secara konkret melalui penyediaan bibit unggul secara berkelanjutan.

“Kalau mau swasembada, ya harus tanam. Dan kalau mau tanam, harus ada bibit. Jadi sekarang ini kita mulai dari pembibitan,” kata Wamentan Sudaryono saat diwawancarai awak media di Jakarta, pada Senin (12/1) kemarin.

Ia menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan bawang putih nasional, Indonesia hanya memerlukan penanaman sekitar 100 ribu hektare. Namun, ketersediaan bibit berkualitas menjadi syarat mutlak agar program tersebut berjalan berkelanjutan.

Saat ini, pemerintah mulai mengakselerasi fase pembibitan secara nasional, termasuk melalui pengembangan Horti Center di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, sebagai salah satu sentra pembibitan bawang putih di wilayah dataran tinggi. Selain kualitas bibit, aspek agroklimat seperti ketinggian lokasi tanam juga menjadi perhatian dalam penentuan kawasan pengembangan.

“Sekarang fasenya bagaimana kita sediakan bibit lebih banyak dan lebih baik. Karena tanpa bibit, swasembada itu tidak akan pernah jalan,” ungkapnya Wamentan Sudaryono yang juga merupakan anak petani asal Grobogan, Jawa Tengah.

Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa program swasembada bawang putih telah masuk dalam roadmap pembangunan pertanian hingga 2029. Optimisme pemerintah bukan tanpa dasar, mengingat Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih pada 1995.

“Ini bukan sulapan. Ini pengalaman yang pernah kita lakukan. Ilmunya kita punya, dan rasanya kita mampu,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada teknologi, melainkan keberanian memulai dan konsistensi kebijakan. “Mantra swasembada itu harus diwujudkan. Kuncinya political will, dan itu sudah jelas dari Presiden,” tambahnya.

Wamentan Sudaryono juga mengungkapkan bahwa swasembada bawang putih bukan sekadar soal produksi, tetapi juga tentang mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menciptakan efek ekonomi berantai di daerah sentra produksi.

“Kalau kebutuhan bisa kita penuhi sendiri, petani sejahtera, ekonomi tumbuh,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.