Kantor Tempo Diteror Kepala Babi Telinga Terpotong, Juru Bicara Istana Presiden: Udah Dimasak Aja!

oleh -32 Dilihat
HASAN NASBI
Hasan Nasbi, kepala juru bicara Kepresidenann

Kabarbaik.co- Makin banyak saja para pembantu Presiden Prabowo Subianto yang bikin blunder atau kontroversi ke publik. Kondisi demikian, boleh jadi makin menggerus tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah. Terlebih, di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja. Terbaru dan tengah trending topic adalah Hasan Nasbi, kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.

Kejadian bermula ketika sejumlah wartawan bertanya kepada Hasan Nasbi soal teror pengiriman kepala babi kepada wartawan Tempo, Francisca Christy Rosana (Cica). Namun, respons Hasan terbilang sangat tidak terduga. Betapa tidak, Hasan menyarankan agar kepala babi itu dimasak saja dengan mimik dingin. ’’Udah, dimasak aja,’’ ujarnya dalam video yang viral, Jumat (21/3).

Menuai Kontroversi, Anggota Kabinet Merah Putih Bergantian dalam Sorotan Publik

Awak media yang saat itu berada di Kompleks Istana Kepresidenan tampak terhenyak seolah tidak percaya dengan respons tersebut. Mereka pun mengonfirmasi kembali mengenai pernyataan Hasan tersebut. Ternyata, jawaban Hasan tetap sama. ‘’Udah, dimasak saja,. Saya lihat ya dari media sosialnya Francisca yang wartawan Tempo itu, itu dia justru minta dikirimin daging babi,’’ katan Hasan Nasbi.

Tak pelak, respons kepala juru bicara Istana itu membuat banyak warganet mengecamnya. Beberapa di antaranya ada yang berkomentar: ‘’Mulut pejabat yang mendapat gaji dari rakyat, ternyata tidak layak untuk dijadikan teladan.’’ Dan, banyak lagi komentar miring lainnya. Hasan Nasbi pun kini tengah menjadi trending topic di sejumlah media sosial sepert di X.

Tidak hanya warganet. Beberapa tokoh nasional juga menyayangkan pernyataan Hasan Nasbi. Sebut saja, Adhie M. Massardi. Mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menyatakan, setiap kata yang disampaikan wakil resmi istana sudah dipikir matang karena akan jadi representasi pemerintah/negara.

Dia percaya pernyataan’’kepala babi dimasa saja’’ itu sudah diperhitungkan masak-masak dan disetujui istana. ‘’Ini berdasarkan pengalaman saya,’’ tulis Adhie di X, Sabtu (22/3).

Sebelumnya, kantor media nasional Tempo di Palmerah, Jakarta Barat, mendapat ancaman dari pihak tidak dikenal. Ini terjadi setelah Tempo mendapat kiriman paket berisi kepala babi, pada Rabu (19/3). Teror kepala babi dialamatkan kepada jurnalis Tempo sekaligus host  “Bocor Alus” Fransisca Christy alias Cica.

Berdasarkan keterangan, peristiwa teror bermula ketika sekuriti kantor Tempo menerima paket tanpa nama pengirim. Paket itu terbungkus kardus dan Styrofoam. Paket diterima pada Rabu (19/3) sekitar pukul 16.15 WIB. Namun, paket baru dibuka Kamis (20/3) sore setelah Cica datang ke kantor sepulang dari liputan bersama Hussein Abri, rekan jurnalisnya.

Bau paket itu sudah busuk. Karena itu, paket dibawa keluar kantor unduk dibuka. Setelah dibuka, ternyata berisi kepala babi. ’’Kami mencurigai ini sebagai upaya teror dan langkah-langkah yang menghambat kerja jurnalistik,” kata Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra kepada awak media, Kamis (20/3).

Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) bersama Setri dan tim legal Tempo telah melaporkan teror itu ke Bareskrim Mabes Polri, Jumat (21/3). KKJ memyebut peristiwa itu merupakan pidana seperti diatur dalam Pasal 18 ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dengan ancaman dua tahun penjara dan Pasal 336 KUHP tentang Pembunuhan. KKJ juga membawa beberapa bukti berupa nomor telepon yang sempat menghubungi jurnalis Tempo, pesan teror, dan rekaman CCTV.

Teror kepala babi itupun mendapat kecaman luas dari banyak kalangan. Sebuah ancaman serius terhadap kebebesan pers yang telah dijamin Undang-Undang. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.