Ledakan Petasan di Kepanjen Malang, Penjual Nasi Goreng Tewas dengan Luka Bakar Parah

oleh -114 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 24 at 9.23.26 AM
Lokasi ledakan petasan yang mengakibatkan satu orang meninggal (istimewa)

KabarBaik.co, Malang – Ledakan diduga berasal dari petasan terjadi di sebuah rumah warga di Desa Jenggolo, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (23/5) sekitar pukul 11.15 WIB. Akibat insiden tersebut, pemilik rumah berinisial S, 48, yang sehari-hari berjualan nasi goreng keliling, meninggal dunia usai menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

Korban sebelumnya sempat dievakuasi warga dan petugas dalam kondisi mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh, mulai kaki, tangan, dada, perut hingga wajah. Namun, setelah sekitar dua jam mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak tertolong.

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan peristiwa bermula ketika warga mendengar suara ledakan keras dari dalam rumah korban.

“Warga mendengar suara ledakan cukup keras dari dalam rumah korban. Setelah dicek, korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh,” terang Bambang.

Laporan warga kemudian diteruskan ke Polsek Kepanjen. Petugas bersama tim identifikasi Satreskrim Polres Malang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan area sekitar rumah korban.

“Petugas segera melakukan penanganan di lokasi, mengevakuasi korban ke rumah sakit serta mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan satu ember berisi petasan berbagai ukuran di dalam rumah korban. Barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Barang bukti berupa petasan berbagai ukuran telah diamankan. Saat ini penyidik masih mendalami penyebab pasti ledakan tersebut, termasuk menelusuri dari mana asal bubuk petasan yang digunakan korban,” jelas Bambang.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum dalam insiden tersebut. Selain itu, aparat menelusuri asal-usul bahan petasan yang berada di rumah korban.

Pihak kepolisian sempat mengajukan visum dan autopsi guna kepentingan penyelidikan. Namun keluarga korban menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Keluarga korban menerima peristiwa ini dan tidak menghendaki dilakukan autopsi. Meski demikian, penyelidikan tetap kami lanjutkan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian ini,” pungkas Bambang.

Sementara itu, keponakan korban, Slamet, 42, mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab ledakan yang menghancurkan rumah pamannya tersebut. Saat kejadian berlangsung, dirinya sedang berada di Bululawang untuk berjualan nasi goreng.

“Korban sehari-hari juga berjualan nasi goreng keliling. Kalau saya jualan di Bululawang,” ungkap Slamet.

Ia juga menceritakan, anak korban yang saat itu berada di Bululawang sempat pingsan usai menerima kabar ledakan tersebut sebelum akhirnya kembali ke Kepanjen. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.