KabarBaik.co – PT PLN (Persero) berhasil memulihkan sistem kelistrikan di seluruh wilayah Sumatra Barat pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda akhir November lalu. Pemulihan dinyatakan tuntas 100 persen setelah Kabupaten Agam sebagai wilayah terdampak terakhir kembali menyala pada Sabtu (7/12) pukul 17.53 WIB.
Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat PLN dan sinergi lintas sektor dalam memulihkan listrik di daerah terdampak. Ia menilai hadirnya listrik kembali menjadi harapan besar bagi warga untuk bangkit pascabencana.
“Kami mengapresiasi dedikasi petugas PLN dan seluruh pihak yang bekerja tanpa henti di tengah medan yang berat. Alhamdulillah, listrik kini telah kembali dinikmati masyarakat sehingga aktivitas dapat berjalan normal,” ujar Mahyeldi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pemulihan kelistrikan menjadi prioritas utama karena listrik merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Sejak awal, PLN menurunkan seluruh kekuatan dan bekerja sepanjang waktu untuk memastikan suplai listrik tersambung kembali.
“Sesuai arahan Pemerintah melalui Menteri ESDM Pak Bahlil Lahadalia, personel bekerja 24 jam untuk memastikan semua titik terdampak telah kembali terang. Alhamdulillah, pasokan listrik Sumatra Barat kini pulih 100%. Semoga memudahkan masyarakat memulai kembali aktivitas dan layanan publik,” kata Darmawan.
Darmawan menambahkan, keberhasilan pemulihan tak lepas dari kuatnya kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, gotong royong di lapangan menjadi kunci percepatan penormalan. “Kami menyaksikan semangat luar biasa. Pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan tim PLN bergerak sebagai satu tubuh. Ini misi kemanusiaan untuk mengembalikan terang bagi Sumatra Barat,” tuturnya.
General Manager PLN UID Sumatra Barat, Ajrun Karim, menjelaskan bahwa proses pemulihan di sejumlah daerah seperti Agam, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Dharmasraya, Sawahlunto, Solok, Pesisir Selatan, dan Kota Padang menghadapi tantangan besar karena akses jaringan banyak yang terputus.
“Petugas bersama TNI, Polri, dan masyarakat menembus jalur terjal, membawa peralatan secara manual, dan bekerja hingga malam karena beberapa lokasi hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki,” jelas Ajrun.
Ajrun menambahkan, PLN melakukan pembangunan kembali infrastruktur kelistrikan yang rusak. “Dalam pemulihan ini, PLN berhasil memasang 619 tiang JTM dan JTR serta 30,95 kilometer sirkuit kabel pengganti untuk memastikan suplai listrik kembali normal,” pungkasnya. (*)








