Madas Laporkan Armuji ke DPRD Surabaya, Ini Alasannya

oleh -404 Dilihat
IMG 20260105 WA0021
Ormas Madas saat melaporkan Armuji ke DPRD Surabaya

KabarBaik.co – Ketua Ormas Madas (Madura Asli Sedarah), Mohammad Taufik atau karib disapa Bung Taufik melaporkan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji ke DPRD Surabaya pada Senin (5/1).

“Kami menyampaikan pengaduan dan beberapa permintaan kepada DPRD, karena kami yakin DPRD Kota Surabaya masih tegak lurus terhadap kepentingan masyarakat,” kata Bung Taufik.

Bung Taufik menjelaskan, dilaporkannya Ketua DPC PDIP Surabaya itu buntut dugaan persekusi nenek Elina.

Sebab menurutnya, kasus tersebut telah membuat keresahan masyarakat dan di-framing di media sosial.

“Laporan kami tentu beberapa hari terakhir, ada persoalan yang membuat kegonjang-ganjingan di masyarakat termasuk di sosial media, berkaitan pengusiran tindakan beberapa oknum yang membongkar rumahnya nenek Elina itu,” beber Bung Taufik.

Bung Taufik menduga, framing tersebut bermuara dari konten Armuji yang seolah mendiskreditkan Ormas Madas. Sehingga menggiring opini publik yang melakukan dugaan persekusi nenek Elina itu Ormas Madas

“Yang menjadi masalah ada sebuah framing yang kami duga dilakukan oleh Wakil Wali Kota Surabaya (Armuji), seolah-olah menyudutkan, mendiskreditkan Ormas kami. Seolah-olah Madas ini yang melakukan tindakan itu,” tutur Bung Taufik.

Padahal, lanjut Bung Taufik, dalam berita acara pemeriksaan kepolisian tidak ada kaitannya dengan Ormas Madas.

“Jelas di dalam berita acara pemeriksaan beberapa hari yang lalu sudah dilakukan penangkapan oleh pihak kepolisian, tidak ada kaitannya dengan Ormas Madas,” sergah Bung Taufik.

Maka dari itu, Bung Taufik meminta DPRD Surabaya memanggil Armuji untuk dimintai klarifikasi.

Sebab dari sudut pandangnya, tindakan Armuji telah mencoreng marwah organisasi, meluas kesukuan dan menjadi pemicu stigma sosial yang buruk.

“Ada saluran penyampaian aspirasi yang kami sangat dirugikan, Ormas Madas bahkan kesukuan Madura, seolah-olah di-framing ini adalah tindakan arogan atau premanisme yang dilakukan oleh Ormas Madas, sementara itu tidak benar,” urai Mohammad Taufik. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.