Mengenang Romantisme Masa Lalu Lewat Kuliner di 10 Regentstraat Surabaya

oleh -1109 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 30 at 4.32.58 PM
Suasana klasik di 10 Regentstraat (Imam Wahyudiyanta)

KabarBaik.co, Surabaya– Lokasi kuliner baru yang menawarkan sensasi unik dan beda hadir di Surabaya. Lokasi ini menawarkan keromatisan masa lalu baik pada makanan dan bangunannya.

Adalah 10 Regentstraat yang menawarkan perbedaan sensasi kuliner tersebut. 10 Regentstraat menempati bekas Kantor Pos Kebonrojo Surabaya yang merupakan salah satu bangunan heritage (cagar budaya) di Surabaya.

Bangunan ini merupakan bagian dari Hogere Burgerschool (HBS) Soerabaja, sekolah elit era Hindia Belanda yang berdiri sejak 1 November 1875.

“Dulu ini sekolahnya Pak Soekarno. Setelah itu bertransformasi jadi kantor pos,” ujar Direktur 10 Regentstraat Steffiani Setyadji, Kamis (30/4).

Sementara untuk nama 10 Regentstraat, Steffiani mengatakan bahwa kawasan Kebonrojo dulu adalah pusat kota dan jalannya adalah jalan protokol dengan nama Regenstraat. Regent sendiri mempunyai arti Bupati.

“Jadi bangunan ini kawasan ini namanya dulu adalah Regentstraat. Dan saya nambah angka 10 karena bangunan ini nomornya nomor 10. Jadi biar gampang mengingatnya gitu,” kata Steffiani.

Karena menempati bangunan bersejarah, kata Steffiani, maka pihaknya mengusung konsep romatisme masa lalu yang menyentuh memori kolektif kota.

Screenshot 2026 04 30 073510
10 Regenstraat yang menempati bekas Kantor Pos Kebonraja (10 Regentstraat)

“Kami ingin 10 Regentstraat menjadi lebih dari sekadar tempat makan. Ini adalah ruang di mana orang bisa menikmati kuliner sekaligus merasakan atmosfer sejarah Surabaya. Bangunan ini punya cerita besar, dan kami berusaha menghidupkannya kembali lewat konsep heritage dining yang hangat, akrab, dan tetap relevan untuk semua kalangan,” ujarnya.

Steffiani menambahkan pihaknya juga berkomitmen menjaga keaslian bangunan tanpa menghilangkan kenyamanan modern.

“Kami mempertahankan karakter arsitektur kolonial yang menjadi daya tarik utama gedung ini, lalu memadukannya dengan sentuhan modern agar tetap nyaman. Harapannya, masyarakat bisa menikmati pengalaman unik, yaitu makan enak sambil bernostalgia,” tambah Steffiani.

Untuk menu makanan, kata Steffiani, 10 Regentstraat tak hanya mengedepankan cita rasa saja, tetapi juga nostalgia.

“Jadi menu kita secara konsepnya ada beberapa menu turunan Belanda. Jadi kita ada menu sup, bitterballen, ada bistik lidah. Ada yang masakan turunan dari Manado nanti ada yang khas siomay Bandung gitu, misalnya nanti ada lagi yang khas Bali. Makanya di sini benar-benar kerasa heritage. Kita enggak Surabaya atau Jawa Timur tok. Tapi kita ini berusaha juga menyampaikan pesan-pesan dari kota lain di dalam satu hidangan di restoran kita. Nusantara,” lanjut Steffiani.

Untuk menu andalan, Steffiani menyebut ada nasi rijsttafel atau nasi campur, menu dengan berbagai macam lauk yang bisa disantap dnegan nikmat. Untuk minuman, pengunjung juga dapat menikmati sensasi klasik melalui sajian seperti limun Cap Badak. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.