Menopause Bukan Akhir Kehidupan Seksual, Kuncinya Ada di Edukasi dan Kesehatan

oleh -159 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 07 at 10.17.22 AM
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Ciputra Hospital Surabaya dr Salmon Charles, Sp.OG. (ist)

KabarBaik.co, Surabaya – Menopause masih sering dipandang sebagai akhir dari masa produktif seorang perempuan. Padahal, para ahli kesehatan menegaskan bahwa fase alami ini justru dapat dilalui dengan tetap sehat, aktif, dan bahagia apabila dipahami serta dikelola dengan baik.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Ciputra Hospital Surabaya, dr. Salmon Charles, Sp.OG, menjelaskan bahwa menopause secara medis ditetapkan ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut tanpa penyebab lain.

Namun, menurutnya, fase yang sering luput dari perhatian adalah perimenopause, yakni masa transisi sebelum menopause yang biasanya mulai terjadi sejak usia 40 tahun ke atas.

“Pada fase ini, gejala seperti hot flashes atau sensasi panas mendadak, gangguan tidur, hingga perubahan suasana hati sudah mulai muncul. Sayangnya banyak wanita menganggapnya sebagai kelelahan biasa,” ujar Salmon, Minggu (7/6).

Ia mengatakan terdapat tiga keluhan yang paling sering dialami perempuan menjelang menopause tetapi kerap dianggap wajar, yakni rasa panas berlebih pada tubuh, sulit tidur yang disertai perubahan emosi, serta nyeri pada tulang dan persendian akibat penurunan kepadatan tulang.

Menurutnya, keluhan tersebut sebaiknya tidak diabaikan apabila mulai mengganggu aktivitas dan kualitas hidup sehari-hari. Selain perubahan hormonal, risiko osteoporosis menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Kondisi ini sering disebut sebagai ‘silent disease’ karena berkembang tanpa gejala yang jelas hingga akhirnya memicu patah tulang.

Manager Penunjang Medis Ciputra Hospital Surabaya dr. Wijayadi Suyono mengatakan banyak perempuan baru menyadari adanya osteoporosis ketika sudah terjadi cedera atau patah tulang akibat benturan ringan.

“Karena itu, menjaga kesehatan tulang sejak memasuki usia perimenopause menjadi sangat penting. Aktivitas fisik dan olahraga rutin dapat membantu mempertahankan kekuatan tulang serta memperlambat penurunan massa tulang,” katanya.

Tak hanya berdampak pada fisik, menopause juga dapat memengaruhi kualitas tidur, kesehatan mental, hingga kehidupan seksual. Penurunan hormon estrogen dapat menyebabkan kekeringan pada organ intim, berkurangnya gairah seksual, dan perubahan suasana hati yang berpengaruh pada hubungan dengan pasangan.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa kehidupan seksual tidak berakhir setelah menopause. Edukasi yang tepat, komunikasi terbuka dengan pasangan, serta penanganan medis bila diperlukan dapat membantu perempuan tetap menikmati kualitas hidup yang baik.

Terkait terapi hormon, Salmon meluruskan berbagai anggapan yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, terapi hormon tidak berbahaya bagi semua wanita menopause. Penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing pasien melalui evaluasi dokter.

“Prinsipnya adalah personalized medicine. Dokter akan mempertimbangkan manfaat dan risiko berdasarkan riwayat kesehatan setiap individu,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas hidup setelah menopause, para dokter mengimbau perempuan mulai lebih peduli terhadap kesehatannya sejak usia 40 tahun. Pemeriksaan rutin, pola makan bergizi, olahraga teratur, tidur yang cukup, serta menjaga kesehatan mental menjadi langkah penting untuk menghadapi fase tersebut.

“Menopause bukan akhir dari kecantikan maupun produktivitas. Ini adalah fase baru untuk lebih mengenali tubuh, menjaga kesehatan tulang, jantung, dan mental, sehingga perempuan tetap dapat menjalani hidup dengan sehat, percaya diri, dan bahagia,” pungkas Salmon.

Pemahaman tersebut juga menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan edukasi kesehatan bertajuk ‘Enhancing Quality of Life after Menopause’ yang digelar Ciputra Hospital Surabaya melalui Dian Women & Children Center (DWCC) sebagai upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap kesehatan pasca-menopause. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.