KabarBaik.co, Jombang – Di balik hamparan sawah yang tenang dan julukan Kota Santri, Jombang ternyata menyimpan kisah mistis yang masih dipercaya sebagian masyarakat hingga kini. Salah satunya adalah Bendungan Seloemboeng yang berada di Desa Penggaron, Mojowarno.
Bendungan tua peninggalan Belanda tersebut dikenal sebagai salah satu bangunan bersejarah yang sarat cerita misteri dan disebut-sebut menjadi tempat paling angker di Jombang.
Dam Seloemboeng dibangun pada tahun 1911 pada masa penjajahan Belanda. Usianya yang telah lebih dari satu abad membuat suasana di kawasan bendungan itu terasa berbeda bagi sebagian warga.
Bangunan bendungan tampak mencolok dengan keberadaan patung kepala raksasa yang oleh masyarakat sekitar disebut ‘Mbah Buto’. Juru Kunci Dam Seloemboeng, Slamet, mengatakan patung tersebut awalnya bukan berasal dari area bendungan.
“Patung kepala raksasa atau Mbah Buto itu awalnya tidak berada di dam ini, tetapi dipindahkan dari Candi Arimbi,” ujar Slamet, Sabtu (6/6).
Slamet menjelaskan proses pemindahan patung dilakukan dengan berbagai ritual adat. Saat itu, warga menggelar pertunjukan wayang kulit dan mengarak patung menggunakan tandu yang dibawa banyak orang.
Selain dikenal wingit, Dam Seloemboeng juga kerap dikaitkan dengan sejumlah peristiwa tragis.
Slamet mengungkapkan pernah terjadi insiden seorang perempuan yang tengah mencari rumput di sekitar bendungan terjatuh ke sungai hingga ditemukan meninggal dunia.
“Pernah ada perempuan mencari rumput lalu terpeleset ke sungai dan ditemukan meninggal,” katanya.
Tak hanya itu, sejumlah warga juga mengaku pernah mengalami kesurupan saat melintas di kawasan bendungan tersebut.
Hingga kini, cerita-cerita mistis tentang Dam Seloemboeng masih menjadi perbincangan masyarakat dan menambah aura misteri bendungan tua peninggalan kolonial Belanda tersebut. (*)








