Modus Ukur Baju, 2 Bocah SD di Sidoarjo Nyaris Jadi Korban Pencurian Anting

oleh -94 Dilihat
Dua anak yang hendak menjadi korban pencurian anting dengan modus ukur seragam di Sidoarjo. (Foto: Ist)
Dua anak yang hendak menjadi korban pencurian anting dengan modus ukur seragam di Sidoarjo. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Modus kejahatan dengan mengatasnamakan orang tua kembali mengincar anak-anak. Kali ini, dua siswi kelas 3 SDN Pekarungan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, nyaris menjadi korban pencurian anting oleh orang tak dikenal yang berpura-pura hendak mengukur baju.

Peristiwa yang terjadi di Desa Pekarungan itu viral di berbagai platform media sosial pada Jumat (24/7) setelah video pengakuan korban beredar luas. Warganet ramai-ramai membagikan rekaman tersebut sebagai peringatan kepada para orang tua agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan yang menyasar anak-anak.

Korban, Azkaira Madfaatul Asifah, 9, dan rekannya, Sila, dihentikan saat berjalan di sekitar kampung. Pelaku kemudian mengaku mendapat pesan dari ibu korban untuk mengukur pakaian sekaligus mengganti anting yang dikenakan kedua bocah tersebut.

“Orang itu ngomong ke aku, ‘Halo, mamamu pesan anting ya sekalian mau ngukur pakaian,'” ujar Azkaira saat menceritakan kejadian yang dialaminya, Senin (26/7).

Meski sempat menolak karena merasa orang tua mereka tidak pernah menyampaikan pesan tersebut, pelaku terus membujuk hingga membawa keduanya menuju area persawahan yang lebih sepi. Di lokasi itu, pelaku diduga mulai berusaha melepas anting milik Azkaira dengan alasan akan diganti dengan yang baru.

“Waktu mau dicopot antingku, aku teriak-teriak. Pelakunya malah bilang, ‘Jangan teriak-teriak, enggak elok,'” aku Azkaira.

Merasa terancam, Azkaira dan Sila tidak tinggal diam. Keduanya langsung berlari sekencang mungkin meninggalkan pelaku. Dengan napas terengah-engah, mereka memilih mencari perlindungan ke SDN Pekarungan daripada pulang ke rumah karena masih diliputi rasa takut.

“Aku sama Sila langsung lari kencang sampai menggeh-menggeh. Karena takut, kami enggak berani pulang ke rumah, jadi langsung lari ke sekolah ketemu Bu Ida buat minta tolong teleponin mama,” tuturnya.

Setibanya di sekolah, kedua siswi itu langsung menangis dan menceritakan kejadian yang baru saja mereka alami. Guru kemudian memberikan perlindungan serta menghubungi keluarga korban agar segera datang menjemput.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para orang tua agar terus mengingatkan anak-anak untuk tidak mudah percaya kepada orang asing yang mengaku sebagai suruhan keluarga. Keberanian Azkaira dan Sila yang menolak, berteriak, lalu melarikan diri berhasil menggagalkan dugaan aksi pencurian anting dengan modus ukur baju tersebut.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.