Dor! 4 Pelaku Komplotan Begal 18 TKP Sidoarjo dan Surabaya Dilumpuhkan Polisi

oleh -51 Dilihat
Ilustrasi begal dilumpuhkan timah panas.
Ilustrasi begal dilumpuhkan timah panas. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Sudah berkali-kali meresahkan pengguna jalan dengan aksi nekatnya, kiprah komplotan begal yang beroperasi di Sidoarjo dan Surabaya akhirnya terhenti. Setelah melalui penyelidikan yang cukup panjang, Tim Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil membekuk empat anggota komplotan tersebut.

Saat hendak diamankan, para pelaku berusaha kabur dan melawan petugas hingga akhirnya dilumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur.

Dari hasil pengembangan penyidikan, komplotan tersebut ternyata bukan pemain baru. Polisi mencatat mereka telah beraksi di 18 tempat kejadian perkara (TKP), dengan rincian enam kali di wilayah Kabupaten Sidoarjo dan 12 kali di Kota Surabaya.

Kanit Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo Iptu M. Rofik mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula dari laporan korban yang menjadi sasaran para pelaku di kawasan Jalan Jenggolo, Sidoarjo. Berbekal rekaman CCTV dan keterangan saksi, petugas kemudian mengidentifikasi identitas para pelaku beserta kendaraan yang digunakan.

“Penyelidikan kami mengarah kepada para pelaku setelah menemukan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari situ identitas mereka berhasil kami kantongi hingga dilakukan pengejaran,” ujar Iptu M. Rofik, Minggu (26/7).

Pelaku pertama berinisial AW ditangkap di sebuah rumah makan kawasan Perak Barat, Surabaya, pada 9 Juni 2026 sekitar pukul 12.00 WIB. Dari hasil interogasi, polisi bergerak cepat menangkap H yang diduga sebagai pemimpin kelompok.

Pengembangan kembali dilakukan hingga dua pelaku lain berinisial I dan A berhasil diringkus pada hari yang sama. Saat proses penangkapan berlangsung, para pelaku tidak bersikap kooperatif. Mereka berusaha melawan petugas sehingga polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur.

“Ketika dilakukan penangkapan, para pelaku melakukan perlawanan yang dapat membahayakan petugas. Karena itu anggota mengambil tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan mereka,” tegasnya.

Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini memiliki modus memepet korban di jalan, kemudian menuduh korban telah memukul seorang perempuan. Korban selanjutnya dipaksa ikut dengan dalih akan dibawa ke kantor polisi. Namun begitu tiba di lokasi yang sepi, korban diturunkan dan ditinggalkan, sementara sepeda motor beserta barang berharganya dibawa kabur.

Dari pemeriksaan, para pelaku mengakui telah berulang kali mencuri sepeda motor di wilayah Sidoarjo maupun Surabaya. Kendaraan hasil curian kemudian dijual kepada seorang penadah berinisial E, sebelum hasil penjualannya dibagi rata kepada seluruh anggota komplotan.

“Kasus ini masih terus kami kembangkan. Tidak menutup kemungkinan masih ada TKP lain maupun pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan penjualan kendaraan hasil curian,” pungkas Iptu M. Rofik.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit Honda PCX merah, satu unit Yamaha Aerox hitam yang digunakan sebagai sarana kejahatan, satu unit Honda Beat Pop hasil curian, satu unit telepon genggam, serta uang tunai Rp 1.250.000 yang diduga merupakan hasil tindak pidana.

Kini keempat tersangka telah ditahan di Mapolresta Sidoarjo dan menjalani proses hukum. Polisi juga terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya korban maupun lokasi kejadian lain yang belum terlaporkan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.